Pertamina Genjot Kemandirian Energi-Ketahanan Pangan Lewat Program DEB
Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian energi dan ketahanan pangan di tingkat desa melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB). Program ini tidak
Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian energi dan ketahanan pangan di tingkat desa melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB). Program ini tidak hanya fokus pada penyediaan energi terbarukan, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan perekonomian lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya setempat, seperti tenaga surya, biomassa, atau mikrohidro, inisiatif DEB menjadi wujud nyata dukungan Pertamina terhadap Asta Cita Pemerintah dalam membangun kemandirian energi nasional.
Sinergi Energi dan Pangan Lewat Inovasi Desa
Program DEB dikembangkan dengan pendekatan holistik: energi bersih yang dihasilkan dimanfaatkan untuk menunjang produktivitas pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil pangan. Sebagai contoh, pompa air bertenaga surya memungkinkan petani mengairi sawah tanpa bergantung pada cuaca, sementara instalasi biogas dari kotoran ternak menghasilkan energi sekaligus pupuk organik. Dengan demikian, desa tidak hanya mandiri energi, tetapi juga mampu meningkatkan hasil panen dan mengurangi biaya produksi—sebuah lompatan ganda menuju ketahanan pangan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Pertamina juga menggandeng ribuan pelaku UMKM di sektor pangan untuk memperkuat rantai pasok desa. Pelaku usaha diberdayakan lewat pelatihan, akses permodalan, serta teknologi tepat guna, sehingga mereka dapat mengolah produk lokal menjadi komoditas bernilai tambah. Langkah ini sejalan dengan semangat Program DEB untuk menciptakan siklus ekonomi yang utuh: energi menggerakkan produksi, hasil produksi dikelola UMKM, dan keuntungan kembali memperkuat pondasi ekonomi desa.
"Program DEB sengaja dirancang agar transisi energi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Energi terbarukan menjadi katalisator kemandirian desa, sekaligus menjembatani sektor energi dan pangan yang saling menguatkan," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, dalam keterangannya yang dikutip Beritaseputar.com.
Dampak Nyata dan Rencana Perluasan
Hingga saat ini, Program DEB telah menjangkau puluhan desa di berbagai wilayah Indonesia. Setiap desa diberikan pendampingan teknis selama beberapa tahun hingga benar-benar mampu mengelola instalasi energi terbarukan secara swadaya. Keberhasilan program terlihat dari menurunnya ketergantungan desa pada bahan bakar fosil, meningkatnya pendapatan asli desa, serta terbukanya lapangan kerja baru di sektor pertanian modern dan pengelolaan energi.
Ke depan, Pertamina berencana memperluas cakupan Program DEB ke lebih banyak daerah, terutama yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah namun masih terkendala akses energi. Perusahaan juga tengah mengintegrasikan platform digital untuk memonitor dampak program secara real-time, sekaligus menghubungkan UMKM desa dengan pasar yang lebih luas. Dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, DEB diyakini akan menjadi motor penggerak kemandirian energi dan ketahanan pangan di seluruh pelosok negeri.
Comments (0)