Penjual Tikar Semen Kreatif dari Ragunan Ikut Meriahkan Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI
Suasana perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) tidak hanya diramaikan oleh panggung hiburan dan karnaval budaya. Sejumlah pelaku usaha keci
Suasana perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) tidak hanya diramaikan oleh panggung hiburan dan karnaval budaya. Sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah turut memanfaatkan momen akbar ini untuk mengais rezeki. Salah satu yang menarik perhatian adalah Didin, seorang perajin dan penjual tikar berbahan dasar limbah kantong semen. Meninggalkan tempatnya berjualan di kawasan Ragunan, ia nekat mencoba peruntungan di tengah hiruk pikuk masyarakat yang memadati pusat ibu kota.
Terinspirasi Informasi dari Internet
Tim liputan media kami bertemu dengan Didin di tengah kerumunan warga yang antusias menyaksikan pawai dan alunan musik tanjidor yang mengiringi kehadiran Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Di tengah hingar bingar perayaan, pria tersebut tampak gelar tikar-tikar uniknya yang terbuat dari anyaman daur ulang kemasan semen. Dengan sabar, ia melayani calon pembeli yang penasaran dengan produk ramah lingkungan tersebut.
Kepada laporan kami, Didin mengaku sengaja memilih lokasi Bundaran HI setelah mengetahui adanya perayaan besar tersebut dari informasi yang beredar di dunia maya. Jarak yang cukup jauh dari Ragunan tidak menyurutkan niatnya untuk menjajakan dagangan khasnya. Ia menilai, momentum puncak perayaan usia Jakarta yang ke-499 tahun ini berpotensi mendatangkan pembeli lebih banyak ketimbang hari-hari biasa di Taman Margasatwa Ragunan.
"Iya, biasanya saya di Ragunan. Sengaja mau jualan di HI hari ini karena ada HUT Jakarta. Tahunya lewat internet," ujar Didin saat berbincang dengan media kami di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).
Antusiasme Warga dan Misi Ramah Lingkungan
Kehadiran tikar-tikar berbahan dasar kantong semen ini sontak mencuri perhatian. Di tengah dominasi pedagang aksesori dan kuliner dadakan, produk daur ulang ini menawarkan nilai lebih, yakni kepedulian terhadap lingkungan. Didin memanfaatkan bahan-bahan yang biasanya berakhir di tempat sampah untuk disulap menjadi peralatan rumah tangga yang kuat dan bernilai estetika.
Kondisi lalu lintas di sekitar Bundaran HI yang ditutup total untuk perayaan menjadikan area tersebut sebagai pusat interaksi sosial. Ribuan warga Jakarta tumpah ruah menikmati momen bersejarah ini. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Didin sebagai pasar potensial. Ia berharap, dengan meningkatnya mobilitas warga di kawasan M.H. Thamrin, penjualannya bisa meningkat signifikan dan pesan untuk mengurangi sampah plastik dan limbah industri bisa tersebar lebih luas.
Perayaan puncak HUT ke-499 Provinsi DKI Jakarta sendiri berlangsung meriah dengan berbagai atraksi seni budaya Betawi. Selain alunan musik tanjidor, warga dimanjakan dengan parade kostum tradisional dan panggung hiburan rakyat yang tersebar di sejumlah titik dari Monas hingga Bundaran HI. Bagi Didin, momen ini bukan sekadar mencari untung materi, tetapi juga menjadi pengalaman berharga untuk mengenalkan produk daur ulangnya ke khalayak yang lebih luas.
Comments (0)