Pendeta Ortodoks Baringkan Badan Blokir Konvoi LGBT
Aksi protes dramatis terjadi di pusat kota Thessaloniki, Yunani, saat seorang pendeta Kristen Ortodoks nekat membaringkan tubuhnya di tengah jalan untuk me
Aksi protes dramatis terjadi di pusat kota Thessaloniki, Yunani, saat seorang pendeta Kristen Ortodoks nekat membaringkan tubuhnya di tengah jalan untuk menghadang konvoi parade LGBT. Insiden yang viral di media sosial itu berlangsung pada Minggu sore (15 Juni 2025) dan langsung memicu perdebatan luas tentang benturan antara kebebasan berekspresi dan nilai-nilai agama konservatif di negara yang masih menjadikan Ortodoks sebagai agama resmi.
Kronologi Kejadian: Dari Pawai Hingga Pemblokiran Jalan
- Pukul 15.00 — Ribuan peserta parade Thessaloniki Pride 2025 mulai bergerak dari Lapangan Aristotelous menuju Menara Putih. Pawai tahunan ini diikuti sekitar 3.000 orang dengan kendaraan hias, truk musik, dan bendera pelangi.
- Pukul 15.45 — Di persimpangan Jalan Egnatia, seorang pria berjubah hitam tiba-tiba berlari ke depan truk utama konvoi. Ia kemudian merebahkan diri dengan posisi salib, kedua tangan terentang, sambil meneriakkan doa berbahasa Yunani. Pria itu belakangan diidentifikasi sebagai Pastor Georgios Papadopoulos (52), pemimpin paroki di Gereja Agios Dimitrios.
- Pukul 15.50 — Panitia parade berusaha menenangkan massa. Sebagian peserta bersorak, sebagian lain melemparkan botol air. Petugas kepolisian yang telah bersiaga langsung mengamankan lokasi. Negosiasi alot terjadi karena sang pastor menolak beranjak.
- Pukul 16.20 — Polisi akhirnya mengangkat paksa Pastor Georgios dan membawanya ke kantor polisi setempat. Ia didakwa dengan pasal menghalangi lalu lintas dan pelanggaran ketertiban umum. Tidak ada korban luka dalam insiden ini.
Pernyataan Kontroversial Sang Pastor
Dari dalam tahanan sementara, Pastor Georgios memberikan pernyataan kepada media lokal.
“Saya tidak bisa diam ketika kota kami dijadikan panggung dosa. Parade ini menista iman Kristiani. Saya siap dipenjara demi mempertahankan ajaran Tuhan,” ujarnya dengan suara bergetar.Sang pastor menyebut bahwa aksinya terinspirasi oleh para martir Ortodoks yang rela berkorban demi keyakinan. Di media sosial, tagar #GeorgiosHero menggema di kalangan konservatif, sementara tagar #PrideNotSin menjadi pembela kaum LGBT.
Respons Pemerintah dan Gereja Ortodoks
Pemerintah kota Thessaloniki mengecam keras aksi pastor tersebut. Walikota Stelios Angeloudis menegaskan, “Kebebasan beragama bukan alasan untuk menginjak hak minoritas. Parade ini legal dan dilindungi konstitusi.” Namun, Sinode Gereja Ortodoks Yunani mengambil sikap ambigu. Dalam siaran pers resmi, mereka menyatakan “menghormati semangat Pastor Georgios” tetapi tidak mendukung metode yang melanggar hukum. Sumber internal gereja menyebut ada friksi antara kubu progresif dan fundamentalis. “Kasus ini memperlihatkan krisis identitas di tubuh gereja kami,” ujar Dr. Nikolaos Tsirevelos, sosiolog agama dari University of Macedonia, saat diwawancarai Kathimerini.
Data dan Konteks Sosial Yunani Modern
Yunani telah melegalkan pernikahan sesama jenis sejak Februari 2024, menjadikannya negara pertama di Eropa Tenggara yang melakukannya. Meski demikian, jajak pendapat Kapa Research menunjukkan 52% warga Yunani masih menolak parade LGBT di ruang publik. Tahun lalu, sekitar 1.200 polisi dikerahkan untuk mengamankan Thessaloniki Pride. Jumlah peserta parade sendiri bertumbuh pesat dari 2.000 orang (2023) menjadi 3.500 orang (2025). Di sisi lain, insiden ini bukan yang pertama—pada 2019 seorang biarawati juga mencoba memblokir parade di Athena dengan berdoa di depan barikade polisi.
Analis politik Eleni Vassilaki menilai peristiwa ini bakal menjadi momentum kampanye bagi partai sayap kanan Elliniki Lysi menjelang pemilu parlemen akhir tahun. “Mereka akan mendompleng sentimen agama untuk meraup suara konservatif. Kasus Pastor Georgios adalah bahan bakar yang sempurna,” ujarnya.
[SOCIAL_TWEET]: Aksi dramatis di Thessaloniki! Pastor Ortodoks rela berbaring di tengah jalan blokir konvoi parade LGBT. Polisi terpaksa angkat paksa. Benturan antara iman & kebebasan bereskpresi kembali terbuka. #ThessalonikiPride #LGBTRights #OrthodoxChurch #Yunani[SOCIAL_TG]: 📍 Thessaloniki — Pastor Ortodoks blokade konvoi LGBT dengan cara dramatis: baringkan badan di depan truk. Polisi angkat paksa. Insiden ini ungkap retakan sosial Yunani. 🇬🇷🏳️🌈⛪
Comments (0)