Pemprov DKI Siap Bangun Flyover Baru di Pejompongan hingga Bintaro
JAKARTA, Beritaseputar.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana ambisius pembangunan sejumlah flyover baru untuk memecah kemacetan di titik-titik krusial ibu kota. Dalam peninja
JAKARTA, Beritaseputar.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana ambisius pembangunan sejumlah flyover baru untuk memecah kemacetan di titik-titik krusial ibu kota. Dalam peninjauan progres Flyover Latumenten, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026), Pramono mengungkapkan bahwa lokasi prioritas yang akan segera dimatangkan desainnya mencakup kawasan Pejompongan, Pancasila, dan Bintaro. Ketiga lokasi tersebut dipilih berdasarkan hasil kajian lalu lintas yang menunjukkan volume kendaraan sangat tinggi dan kerap menciptakan antrean panjang pada jam sibuk.
Meski begitu, fokus utama penyelesaian tetap berada pada Flyover Latumenten yang pembangunannya sudah berjalan. Menurut Pramono, titik tersebut merupakan salah satu simpul kemacetan paling parah di Jakarta, terutama karena menjadi jalur penghubung antara Tangerang dan pusat kota. Dalam laporan yang dihimpun Beritaseputar.com, struktur utama flyover ini sudah mencapai 70 persen dan sedang memasuki tahap pengecoran akhir. Pengerjaan dikebut untuk memenuhi target operasional yang diharapkan Gubernur pada 15 Desember 2026, lebih cepat dari jadwal kontrak awal.
Lokasi Prioritas Baru
Setelah Latumenten, perencanaan akan bergeser ke flyover di Pejompongan, yang dinilai dapat mengurai pertemuan arus dari Slipi, Palmerah, dan Tanah Abang. Sementara itu, flyover di Pancasila dan Bintaro dirancang untuk mengurangi tekanan kendaraan dari arah selatan Jakarta yang selama ini hanya mengandalkan simpang sebidang. Pemprov DKI, kata Pramono, telah meminta Dinas Bina Marga mempercepat studi kelayakan agar groundbreaking bisa dilakukan pada triwulan pertama tahun depan.
“Flyover Latumenten menjadi prioritas utama karena titik ini adalah salah satu sumber kemacetan paling parah. Setelah ini tuntas, kita akan langsung bergerak ke Pejompongan, Pancasila, dan Bintaro. Saya minta semua pihak bekerja cepat agar warga tidak terlalu lama terjebak macet,” ujar Pramono saat meninjau lokasi.
Data Dinas Perhubungan DKI mencatat, pada jam puncak pagi, kecepatan rata-rata kendaraan di sekitar Latumenten hanya 12 km/jam, sementara di ruas menuju Bintaro turun hingga di bawah 10 km/jam. Dengan adanya flyover baru, waktu tempuh dari Bintaro ke pusat kota diharapkan bisa terpangkas hingga 40 persen. Pramono menambahkan, pembiayaan proyek akan mengandalkan APBD murni tanpa skema pinjaman, dan pengawasannya akan melibatkan inspektorat agar tepat mutu dan tepat waktu. Komitmen ini sejalan dengan janji Gubernur untuk mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi yang lebih inklusif.
Selain menurunkan waktu perjalanan, proyek tersebut diyakini berdampak pada penurunan emisi gas buang karena mengurangi waktu mesin menyala saat kendaraan berhenti di kemacetan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap, rangkaian flyover ini menjadi solusi jangka panjang yang terintegrasi dengan pengembangan transportasi umum seperti jalur bus rapid transit dan rencana perpanjangan rute angkutan massal di selatan Jakarta.
Comments (0)