Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Pedro Neto Pakai Sepatu Bolong, Deformitas Tumit Jadi Penyebab

Di tengah riuh gemuruh Piala Dunia 2026, satu pemain Portugal mencuri perhatian bukan hanya lewat dribelnya, tetapi lewat detail tak lazim di kakinya. Pedr

Jul 09, 2026 - 18:58
0 1
Pedro Neto Pakai Sepatu Bolong, Deformitas Tumit Jadi Penyebab
Di tengah riuh gemuruh Piala Dunia 2026, satu pemain Portugal mencuri perhatian bukan hanya lewat dribelnya, tetapi lewat detail tak lazim di kakinya. Pedro Neto, winger lincah berusia 26 tahun, tampil dengan sepatu yang bolong di bagian tumit. Bagi sebagian penonton, itu terlihat seperti sepatu usang yang harusnya sudah diganti. Bagi Neto, lubang itu adalah penyelamat—sebuah solusi personal untuk rasa nyeri yang nyaris merebut mimpinya bermain di panggung tertinggi. “Saya ingat betul pertandingan melawan Maroko di babak grup. Di menit ke-70, tumit saya terasa seperti ditusuk paku setiap kali berlari. Saya hampir minta diganti,” ujar Neto dalam konferensi pers usai laga, suaranya tenang namun matanya berkaca-kaca. “Banyak yang mengira saya aneh. Padahal, saya hanya ingin bebas dari rasa sakit.” Kisah di balik sepatu bolong ini bukan soal tren, melainkan tentang perjuangan melawan kondisi medis yang disebut Haglund deformity.

Awal Mula Nyeri yang Tak Kunjung Hilang

Semua berawal sekitar delapan bulan sebelum Piala Dunia. Neto mulai mengeluhkan nyeri tajam di bagian belakang tumit setiap kali mengenakan sepatu bola. Awalnya, ia mengira itu hanya lecet biasa. Namun, rasa sakit itu terus memburuk, terutama saat memakai sepatu yang ketat.
  1. Bulan November 2025: Neto pertama kali merasakan benjolan keras di tumit kirinya setelah sesi latihan intensif bersama klub.
  2. Dokter klub melakukan rontgen dan menemukan adanya pertumbuhan tulang abnormal pada kalkaneus—tepat di titik perlekatan tendon Achilles.
  3. Diagnosis resmi: Haglund deformity, sebuah kondisi di mana tonjolan tulang menekan tendon dan bursa, menimbulkan peradangan serta nyeri hebat saat ada tekanan dari sepatu.
  4. Neto sempat menjalani terapi es, fisioterapi, dan menggunakan sepatu yang lebih longgar, namun tetap tidak cukup untuk menahan nyeri saat berlari sprint.
“Saya sempat frustasi. Setiap kali mencoba sepatu baru, tonjolan itu tetap tertekan. Rasanya seperti ada batu tajam di dalam sepatu yang tak bisa dikeluarkan,” kenang Neto.

Ketika Gunting Jadi Solusi

Ide melubangi sepatu muncul secara tak sengaja. Suatu malam, di kamar hotel saat tur pramusim, Neto mengambil gunting kecil dan memotong bagian tumit sepatu lamanya—hanya untuk melihat apakah tekanan akan berkurang. Hasilnya mengejutkan: seketika rasa sakit hilang, setidaknya cukup untuk membuatnya bisa berlari tanpa meringis. Bersama tim perlengkapan, ia kemudian memodifikasi beberapa pasang sepatu khusus. Mereka membuat lubang presisi tepat di area tonjolan tulang, dengan pinggiran yang dihaluskan agar tidak mengiritasi kulit. “Awalnya saya ragu apakah ini akan diizinkan. Tapi saat mencobanya di sesi latihan internal, saya bisa fokus ke permainan lagi,” ujar Neto. Dokter tim Portugal, Dr. Ricardo Santos—nama rekaan—menambahkan, “Kami memahami bahwa ini bukan prosedur standar, tetapi efektif untuk mengurangi tekanan langsung pada deformitas. Selama tidak ada aturan FIFA yang melarang modifikasi kecil pada sepatu, kami dukung keputusan Pedro.”

Perdana di Panggung Dunia

Neto akhirnya memutuskan memakai sepatu bolong itu di pertandingan resmi pertama Portugal di Piala Dunia 2026. Keputusan itu langsung menjadi perbincangan. Tayangan kamera yang menyorot kakinya saat jeda membuat warganet bertanya-tanya: apakah itu kerusakan, atau memang sengaja? Di media sosial, tagar #SepatuBolongNeto sempat menjadi trending. Banyak yang mengira itu bagian dari strategi pemasaran merek sepatu, sementara yang lain mengkhawatirkan cedera. Neto sendiri memilih diam hingga akhir pertandingan, lalu memberikan penjelasan singkat yang justru menuai simpati. “Orang boleh menertawakan penampilan sepatu saya. Tapi mereka tidak tahu betapa bebasnya perasaan saya sekarang. Untuk pertama kalinya dalam delapan bulan, saya bisa bermain tanpa memikirkan rasa sakit di setiap langkah,” ungkapnya. Kini, alih-alih menjadi bahan olok-olok, sepatu bolong Neto justru dianggap sebagai simbol kegigihan. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap atlet, ada pertempuran personal yang tak selalu terlihat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User