Pedro Neto Pakai Sepatu Bolong, Deformitas Tumit Jadi Penyebab
Di tengah riuh gemuruh Piala Dunia 2026, satu pemain Portugal mencuri perhatian bukan hanya lewat dribelnya, tetapi lewat detail tak lazim di kakinya. Pedr
Di tengah riuh gemuruh Piala Dunia 2026, satu pemain Portugal mencuri perhatian bukan hanya lewat dribelnya, tetapi lewat detail tak lazim di kakinya. Pedro Neto, winger lincah berusia 26 tahun, tampil dengan sepatu yang bolong di bagian tumit. Bagi sebagian penonton, itu terlihat seperti sepatu usang yang harusnya sudah diganti. Bagi Neto, lubang itu adalah penyelamat—sebuah solusi personal untuk rasa nyeri yang nyaris merebut mimpinya bermain di panggung tertinggi.
“Saya ingat betul pertandingan melawan Maroko di babak grup. Di menit ke-70, tumit saya terasa seperti ditusuk paku setiap kali berlari. Saya hampir minta diganti,” ujar Neto dalam konferensi pers usai laga, suaranya tenang namun matanya berkaca-kaca. “Banyak yang mengira saya aneh. Padahal, saya hanya ingin bebas dari rasa sakit.”
Kisah di balik sepatu bolong ini bukan soal tren, melainkan tentang perjuangan melawan kondisi medis yang disebut Haglund deformity.
Awal Mula Nyeri yang Tak Kunjung Hilang
Semua berawal sekitar delapan bulan sebelum Piala Dunia. Neto mulai mengeluhkan nyeri tajam di bagian belakang tumit setiap kali mengenakan sepatu bola. Awalnya, ia mengira itu hanya lecet biasa. Namun, rasa sakit itu terus memburuk, terutama saat memakai sepatu yang ketat.- Bulan November 2025: Neto pertama kali merasakan benjolan keras di tumit kirinya setelah sesi latihan intensif bersama klub.
- Dokter klub melakukan rontgen dan menemukan adanya pertumbuhan tulang abnormal pada kalkaneus—tepat di titik perlekatan tendon Achilles.
- Diagnosis resmi: Haglund deformity, sebuah kondisi di mana tonjolan tulang menekan tendon dan bursa, menimbulkan peradangan serta nyeri hebat saat ada tekanan dari sepatu.
- Neto sempat menjalani terapi es, fisioterapi, dan menggunakan sepatu yang lebih longgar, namun tetap tidak cukup untuk menahan nyeri saat berlari sprint.
Comments (0)