Pecahkan Rekor, Polisi Australia Sita 2,7 Ton Kokain dalam Operasi Super-Klandestin di Sydney
Sydney – Langkah besar dalam perang melawan narkotika kembali diguratkan di Australia. Sebuah operasi rahasia berhasil mengungkap penyelundupan 2,7 ton kokain yang disembunyikan secara canggih di
Sydney – Langkah besar dalam perang melawan narkotika kembali diguratkan di Australia. Sebuah operasi rahasia berhasil mengungkap penyelundupan 2,7 ton kokain yang disembunyikan secara canggih di sebuah properti di kawasan Greater Western Sydney. Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, temuan ini memecahkan rekor penyitaan narkoba terbesar dalam sejarah Kepolisian Federal Australia (AFP).
Tim gabungan menggerebek sebuah lahan di Londonderry pada Jumat (19/06). Di sana, mereka menemukan tiga kontainer pengiriman berukuran jumbo yang ditanam dalam sebuah bunker bawah tanah. Untuk mengelabui mata, lantai semen dibangun persis di atas ruang rahasia itu, menyamarkan akses ke ruang penyimpanan yang telah dimodifikasi secara profesional. Petugas harus membongkar lantai tersebut sebelum menemukan timbunan bubuk putih yang dikemas rapi dalam balutan plastik tahan air.
Detail Operasi dan Nilai Fantastis
Jumlah kokain yang disita itu diperkirakan memiliki nilai jual mencapai AU$816 juta atau sekitar Rp8,3 triliun di pasar gelap Australia. Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang dicatat AFP pada tahun 2017, yakni 1,4 ton kokain dalam operasi bertajuk “Operation Tyndareus”. Komandan Operasi AFP, Komisaris Reece Kershaw, menyatakan bahwa penindakan ini adalah pukulan telak bagi jaringan kejahatan transnasional yang mencoba menjadikan Australia sebagai ladang distribusi narkoba kelas kakap.
“Ini bukan sekadar penyitaan. Ini adalah pesan keras bahwa ruang gerak mereka akan semakin sempit. Metode persembunyian seperti bunker bawah tanah menunjukkan tingkat kecanggihan dan perencanaan yang mengerikan, tapi kami selalu satu langkah di depan,” ujar Kershaw dalam konferensi pers yang dikutip media kami.
Lokasi persembunyian di Londonderry sendiri bukanlah gudang biasa. Properti tersebut telah dipantau selama beberapa pekan sebelum penggerebekan dilakukan. Diduga kuat, properti itu berfungsi sebagai “safe house” transit sebelum kokain disebar ke jaringan distribusi di New South Wales dan Victoria.
Rekor Baru yang Menggetarkan Jaringan Narkoba
Penyitaan 2,7 ton ini tidak hanya memecahkan rekor nasional, tetapi juga menjadi salah satu pengungkapan kokain terbesar di kawasan Asia-Pasifik dalam dekade terakhir. Sebagai perbandingan, pada tahun 2019, AFP dan otoritas gabungan berhasil mencegat 1,6 ton kokain di atas kapal ikan di lepas pantai Victoria. Dalam konteks global, operasi di Londonderry ini menyaingi penyitaan 3,2 ton kokain oleh pihak berwenang di Eropa selama tahun 2024, yang melibatkan sindikat Balkan.
Ahli kriminologi dari Australian National University, Dr. Miranda Jacobs, menyebut temuan ini sebagai “bukti empiris bahwa Australia bukan sekadar pasar sekunder, melainkan tujuan utama dengan demand yang tinggi.” Ia menambahkan bahwa harga kokain di jalan yang bisa menembus AU$300–400 per gram membuat para bandar berani menginvestasikan teknik penyelundupan berbiaya tinggi seperti kontainer bawah tanah.
Investigasi Berlanjut, Penangkapan Perdana
Hingga berita ini diturunkan, AFP telah mengamankan setidaknya dua pria berusia 30-an tahun yang diduga kuat sebagai pengelola properti sekaligus perantara. Keduanya dijadwalkan hadir di Pengadilan Magistrat Penrith pada Senin (22/06) untuk menghadapi dakwaan kepemilikan dan perdagangan narkoba dalam jumlah besar. Ancaman hukuman maksimal yang menanti adalah penjara seumur hidup.
Pihak berwenang tidak menutup kemungkinan adanya penangkapan lanjutan, termasuk aktor intelektual di luar negeri yang mendanai operasi ini. Kerja sama intelijen dengan badan anti-narkotika Amerika Serikat (DEA) dan Interpol tengah diintensifkan untuk melacak asal-muasal kokain yang diduga berasal dari kartel Amerika Selatan.
Masyarakat di sekitar Londonderry mengaku terkejut dengan penggerebekan itu. “Kami tidak pernah curiga. Rumah itu terlihat kosong dan sepi. Siapa sangka di bawahnya ada penyimpanan sebesar itu,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sementara itu, media kami akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan memberikan laporan terkini dari jalur persidangan.
Comments (0)