Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Paredes Ungkap Misi Haru Tim Argentina: Tunda Laga Terakhir Messi Selamanya

Sebuah pengakuan menyentuh datang dari jantung lini tengah Tim Tango. Di tengah gegap gempita kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar Piala Du

Jul 08, 2026 - 06:45
0 0
Paredes Ungkap Misi Haru Tim Argentina: Tunda Laga Terakhir Messi Selamanya

Sebuah pengakuan menyentuh datang dari jantung lini tengah Tim Tango. Di tengah gegap gempita kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Leandro Paredes membuka tabir tentang kekuatan tak kasat mata yang mendorong kebangkitan luar biasa Argentina malam itu.

Bukan sekadar taktik atau instruksi pelatih. Bukan pula semata-mata hasrat membela panji negara. Ada dorongan yang jauh lebih personal, lebih intim, dan lebih menusuk ke dalam sanubari setiap pemain yang mengenakan seragam biru-putih.

"Kami semua tahu, setiap pertandingan bisa menjadi yang terakhir bagi Leo. Dan kami tidak sanggup membayangkan hari itu tiba. Jadi kami bermain seolah-olah kami bisa menghentikan waktu," ujar Paredes dengan suara bergetar, matanya menerawang jauh.

Pernyataan gelandang AS Roma itu sontak menjadi perbincangan hangat. Ia mengungkapkan bahwa seluruh skuad Argentina memiliki kesepakatan tak tertulis: selama mereka terus melaju, kapten mereka akan tetap berada di lapangan bersama mereka.

Malam itu di hadapan puluhan ribu pasang mata, Argentina sempat tertinggal dua gol dari Mesir yang tampil mengejutkan. Namun apa yang terjadi di ruang ganti saat jeda menjadi titik balik segalanya. Bukan teriakan motivasi biasa, melainkan tatapan hening antarpemain yang saling memahami misi suci mereka.

"Tidak banyak yang terucap. Kami hanya saling memandang, dan semua tahu apa yang harus dilakukan. Leo sudah memberikan segalanya untuk negara ini selama hampir dua dekade. Sekarang giliran kami memberikan segalanya untuknya," kenangnya.

Kebangkitan itu terasa magis. Tiga gol dalam 25 menit kedua seolah menjadi jawaban semesta atas doa-doa yang dipanjatkan dalam diam. Setiap operan, setiap tekel, setiap lari tanpa lelah merupakan manifestasi dari cinta dan hormat yang tak terucapkan.

Menariknya, Paredes mengakui bahwa Messi sendiri tidak pernah meminta perlakuan istimewa. Sang maestro justru kerap menjadi yang pertama menekankan bahwa tim harus lebih besar dari individu mana pun. Namun justru di situlah letak kekuatannya — para pemain muda yang tumbuh mengidolakan Messi kini berjuang untuk membayar utang inspirasi.

"Ironisnya, Leo tidak pernah meminta kami melakukan ini untuknya. Justru itu yang membuat kami ingin melakukannya lebih keras lagi. Dia pantas mendapatkan akhir yang sempurna, dan kami akan berdarah-darah untuk mewujudkannya," tambahnya dengan nada bergetar.

Kemenangan atas Mesir memastikan langkah Argentina ke perempat final. Namun jauh melampaui sekadar tiket ke babak selanjutnya, malam itu menjadi bukti bahwa sepak bola adalah tentang ikatan manusia. Tentang bagaimana kekaguman berubah menjadi tanggung jawab, dan bagaimana cinta kepada seorang kawan bisa mengubah jalannya sejarah di atas rumput hijau.

Kini, pertanyaan besarnya: akankah misi mulia ini terus berlanjut hingga puncak tertinggi? Yang pasti, bagi Paredes dan rekan-rekannya, Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen. Ini adalah sebuah perjalanan emosional untuk menunda perpisahan yang tak terhindarkan.

Di mata mereka, setiap kemenangan adalah satu hari lagi Messi tetap berseragam Argentina. Dan mereka akan terus berjuang agar laga terakhir sang legenda tak pernah tiba.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User