London — Nama Andrew Mountbatten-Windsor kembali mencuat ke permukaan. Mantan Pangeran Andrew itu resmi mengambil langkah hukum terhadap kepolisian Inggris, Thames Valley Police, terkait penggeledahan yang dilakukan di kediamannya dalam penyelidikan hubungannya dengan mendiang Jeffrey Epstein.
Andrew, yang kini telah kehilangan seluruh gelar kebangsawanannya, mengajukan gugatan ke pengadilan atas dasar dugaan ketidakabsahan surat perintah penggeledahan yang dieksekusi pada Februari lalu. Dalam operasi tersebut, pria berusia 65 tahun itu sempat ditahan sebentar dengan dugaan berbagi informasi rahasia pemerintah kepada Epstein, seorang terpidana pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat.
Gugatan Diajukan ke Pengadilan Tinggi
Kantor pers lembaga peradilan Inggris mengonfirmasi bahwa klaim hukum Mountbatten-Windsor akan disidangkan secara tertutup pada Kamis di Pengadilan Tinggi. Sidang tertutup ini berarti publik dan media tidak akan bisa mengakses jalannya persidangan.
Langkah hukum Andrew menandai babak baru dalam saga panjang yang membelitnya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia juga dijerat gugatan perdata terkait tuduhan perilaku seksual tidak pantas, yang membuat nama kerajaan Inggris tercoreng.
"Ini bukan sekadar soal penggeledahan. Ini soal apakah proses hukum dijalankan dengan benar atau tidak, terutama ketika menyangkut figur publik yang sudah bertahun-tahun menjadi sasaran pemberitaan," kata seorang sumber dekat kasus tersebut kepada media Inggris.
Sederet Kontroversi yang Tak Pernah Usai
Ya, Andrew memang bukan nama asing di pusaran skandal. Pada 2022, ia menyelesaikan gugatan perdata dengan aktivis Amerika, Virginia Giuffre, di luar pengadilan. Berbagai laporan media menyebutkan ia harus membayar 12 juta poundsterling atau sekitar 16,3 juta dolar AS sebagai uang damai.
Giuffre menuduh Andrew memperkosanya pada 2001, saat usianya baru 17 tahun. Tragisnya, Giuffre mengakhiri hidupnya pada 2025. Namun, memoar yang diterbitkan secara anumerta memicu konsekuensi besar bagi Andrew.
- Oktober 2025 — Raja Charles III mencabut sisa-sisa gelar kebangsawanan adiknya dan mengusirnya dari kediaman kerajaan.
- Februari 2026 — Andrew ditahan sebentar terkait dugaan berbagi informasi rahasia kepada Epstein.
- Kamis mendatang — Sidang tertutup di Pengadilan Tinggi untuk gugatan terhadap polisi.
Epstein sendiri ditemukan tewas di sel penjaranya pada 2019 saat menunggu persidangan. Otoritas setempat menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri, meski hal ini masih menuai keraguan di kalangan publik.
Upaya Hukum yang Berisiko
Menggugat aparat penegak hukum bukan perkara mudah. Pengacara Andrew harus membuktikan bahwa penggeledahan dilakukan tanpa dasar hukum yang cukup. Bila gugatan ini gagal, posisi Andrew justru semakin terjepit di mata publik.
Namun, bila berhasil, putusan ini bisa menjadi preseden penting tentang batas kewenangan polisi dalam menggeledah properti figur publik. Sejumlah pengamat hukum menilai langkah Andrew ini adalah upaya terakhirnya untuk membersihkan nama.
Yang jelas, drama hukum mantan pangeran ini masih jauh dari kata selesai. Masyarakat Inggris tampaknya harus bersiap menyaksikan babak baru dari salah satu skandal paling memalukan dalam sejarah keluarga kerajaan modern.
Comments (0)