Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Panas Menyengat, Pelayat Disiram Air Saat Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei

Teheran, Beritaseputar.com — Ribuan pelayat membanjiri kompleks Masjid Imam Khomeini di Teheran, Selasa (5/5/2026), untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah

Jul 06, 2026 - 07:29
0 0
Panas Menyengat, Pelayat Disiram Air Saat Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei

Teheran, Beritaseputar.com — Ribuan pelayat membanjiri kompleks Masjid Imam Khomeini di Teheran, Selasa (5/5/2026), untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat pada usia 86 tahun. Cuaca ibu kota yang memanggang dengan suhu mencapai 42 derajat Celsius tak menyurutkan tekad warga untuk hadir. Demi menjaga kenyamanan di tengah terik yang menyengat, panitia penyelenggara mengerahkan puluhan unit penyemprot air raksasa di sepanjang area prosesi.

Berdasarkan pantauan media kami di lapangan, lautan manusia terus mengalir sejak pagi hari. Ratusan ribu orang dari berbagai penjuru negeri, bahkan dari luar Iran, datang untuk menyampaikan belasungkawa. Mereka membawa spanduk-spanduk bertuliskan doa dan penghormatan kepada mendiang Khamenei, yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.

Cuaca Ekstrem dan Langkah Kemanusiaan

Gelombang panas yang melanda Teheran menjadi tantangan tersendiri. Suhu yang terik membuat banyak pelayat rentan mengalami dehidrasi dan kelelahan. Menanggapi kondisi ini, tim logistik acara menyediakan posko-posko kesehatan darurat, distribusi air minum gratis, serta sistem pendingin udara portabel di sejumlah titik strategis. Aksi penyemprotan air ke arah kerumunan menjadi pemandangan yang paling menyita perhatian.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga yang datang untuk menghormati beliau dapat melakukannya dengan aman dan nyaman. Ini adalah bentuk penghormatan kami juga kepada rakyat," ujar Hossein Mousavi, salah satu koordinator acara, kepada Beritaseputar.com.

Meski demikian, suasana haru dan duka tetap terasa kental. Isak tangis terdengar di berbagai sudut masjid ketika jasad Khamenei disemayamkan dan doa-doa dipanjatkan. Para pelayat mengangkat tangan, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan bershalawat untuk mendiang. Beberapa di antaranya bahkan pingsan karena saking emosionalnya, namun langsung mendapatkan pertolongan dari tim medis yang siaga.

Prosesi penghormatan ini diperkirakan akan berlangsung selama dua hari penuh sebelum pemakaman kenegaraan digelar di kompleks makam Imam Khomeini. Ribuan personel keamanan disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan di tengah besarnya massa yang berkumpul. Laporan Beritaseputar.com mencatat, pengamanan ketat juga diterapkan di jalur-jalur menuju Teheran.

Kepergian Khamenei meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya tentang arah politik Iran ke depan. Namun, pada hari ini, seluruh perhatian tertuju pada penghormatan terakhir yang berlangsung khidmat di bawah guyuran air yang memecah keheningan panas Teheran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User