Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Operasi Besar-besaran di Turki: 200 Orang Lebih Ditangkap Jelang KTT NATO

Ankara - Aparat kepolisian Turki melancarkan operasi pengamanan skala besar pada Selasa (23/6), dengan menangkap lebih dari 200 orang yang diduga terkait dengan jaringan kelompok ekstremis. Langkah p

Jul 06, 2026 - 14:02
0 1
Operasi Besar-besaran di Turki: 200 Orang Lebih Ditangkap Jelang KTT NATO

Ankara - Aparat kepolisian Turki melancarkan operasi pengamanan skala besar pada Selasa (23/6), dengan menangkap lebih dari 200 orang yang diduga terkait dengan jaringan kelompok ekstremis. Langkah penegakan hukum ini berlangsung hanya beberapa hari sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang dijadwalkan digelar di ibu kota Ankara, menandai peningkatan kewaspadaan nasional yang signifikan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, kantor kejaksaan Ankara mengonfirmasi bahwa 209 tersangka telah resmi ditahan di wilayah Ankara dalam operasi yang melibatkan berbagai unit keamanan. Sementara itu, 32 orang lainnya dinyatakan masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar buronan. Jumlah penangkapan ini merupakan salah satu yang terbesar dalam satu hari di Turki dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan kekhawatiran pemerintah terhadap potensi gangguan keamanan selama perhelatan diplomatik tingkat tinggi tersebut.

Target Operasi: Sayap Kiri Ekstrem dan Jaringan ISIS

Rincian lebih lanjut yang diperoleh media kami menunjukkan bahwa dari 209 orang yang berhasil diamankan, mayoritas besar—yakni 185 orang—diduga kuat sebagai anggota dari sejumlah organisasi sayap kiri ekstrem yang telah ditetapkan oleh Ankara sebagai kelompok terlarang. Organisasi-organisasi ini telah lama menjadi sorotan otoritas keamanan Turki karena keterlibatan mereka dalam berbagai aksi kekerasan domestik.

"Ini adalah bagian dari strategi preemtif kami untuk memastikan keamanan total selama KTT NATO. Kami tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman terhadap keamanan nasional," demikian pernyataan resmi dari pihak keamanan yang dikutip media kami.

Salah satu kelompok yang menjadi target utama adalah Revolutionary People's Liberation Party-Front (DHKP-C), yang dikenal sebagai faksi Marxis-Leninis. Kelompok ini memiliki sejarah panjang dalam melancarkan serangan terhadap sasaran pemerintah dan kepentingan Barat di Turki, termasuk serangan bunuh diri di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ankara pada 2013 yang menewaskan seorang petugas keamanan setempat. DHKP-C secara konsisten dianggap sebagai ancaman serius oleh aparat intelijen Turki.

Selain DHKP-C, 24 orang lainnya yang ditangkap dalam operasi ini diduga memiliki afiliasi dengan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Meskipun kekhalifahan ISIS telah runtuh secara teritorial, sel-sel tidur dan simpatisan kelompok tersebut masih dianggap sebagai ancaman laten yang perlu diwaspadai, khususnya menjelang acara internasional besar seperti KTT NATO. Turki, sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Suriah dan Irak, telah lama menjadi titik transit dan target serangan bagi jaringan ekstremis transnasional.

KTT NATO di Ankara yang akan datang diharapkan dihadiri oleh puluhan kepala negara dan pejabat tinggi militer dari 32 negara anggota aliansi, menjadikannya salah satu pertemuan diplomatik dengan profil keamanan tertinggi tahun ini. Agenda utama KTT meliputi pembahasan strategi pertahanan kolektif, situasi geopolitik di kawasan Laut Hitam, dan penguatan pilar pertahanan Eropa. Operasi penangkapan massal ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah Turki berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali bagi para pemimpin dunia yang akan hadir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Komunitas. Reporter cerita komunitas dan tren lokal.

Comments (0)

User