New York, AS – Rosalie Frost: Dari Pura-Pura Pacaran hingga Jatuh Cinta pada Sang Miliarder
Niat menolong orang asing di pinggir jalan, siapa sangka justru membawa Rosalie Frost masuk ke dalam kisah cinta paling menegangkan dalam hidupnya. Perempu
Niat menolong orang asing di pinggir jalan, siapa sangka justru membawa Rosalie Frost masuk ke dalam kisah cinta paling menegangkan dalam hidupnya. Perempuan 27 tahun yang bekerja sebagai desainer grafis lepas itu hanya berniat membantu pria yang tergeletak lemah di trotoar kawasan Brooklyn suatu sore di awal musim semi. “Saya lihat dia pucat dan berkeringat dingin. Naluri saya cuma satu: tolong,” ujar Rosalie saat diwawancarai di kedai kopi favoritnya. Pria itu, yang belakangan diketahui bernama Adrian Walsh (32), ternyata seorang miliarder teknologi yang sedang menyamar untuk menghindari kejaran wartawan tabloid. Pertolongan sederhana itu menjadi awal dari kontrak pacaran palsu yang akhirnya melebur menjadi cinta sejati.
Kronologi Singkat
- 18 Maret 2025 – Rosalie menemukan Adrian pingsan di pinggir Jalan Atlantic Avenue, Brooklyn, dan membawanya ke klinik terdekat.
- 20 Maret 2025 – Adrian menghubungi Rosalie lewat telepon dan mengajak bertemu. Ia mengungkap identitas aslinya: pendiri WalshTech, perusahaan rintisan kecerdasan buatan bernilai miliaran dolar.
- 22 Maret 2025 – Keduanya menandatangani kontrak berdurasi enam bulan senilai $750.000 untuk Rosalie, yang mewajibkannya menyamar sebagai kekasih Adrian di depan dewan direksi dan keluarga besarnya.
- 1 April 2025 – Debut publik pertama mereka di acara amal tahunan Walsh Foundation. Rosalie mengaku gugup dan hampir membongkar sandiwara saat ditanya soal “momen pertama bertemu”.
- 15 Mei 2025 – Insiden mobil nyaris mencelakai Rosalie. Adrian panik dan untuk pertama kalinya menunjukkan emosi di luar kendali kontrak.
- 10 Juni 2025 – Adrian membatalkan kontrak secara sepihak, mengaku tidak bisa lagi berpura-pura karena perasaannya sudah nyata.
- 20 Juni 2025 – Pasangan ini mengumumkan hubungan resmi mereka melalui unggahan Instagram yang disukai lebih dari 2 juta pengguna.
Dari Klinik ke Kontrak Bisnis yang Unik
Setelah Adrian pulih, ia bersikeras membalas budi. Ia mengundang Rosalie makan malam di restoran berbintang Michelin, lalu menyodorkan proposal yang mengejutkan. “Awalnya saya kira dia gurau. Masa ada yang mau bayar saya untuk pura-pura jadi pacar?” kenang Rosalie sambil tertawa kecil. Adrian membutuhkan “pasangan stabil” demi meyakinkan dewan direksi bahwa dirinya cukup matang memimpin perusahaan pasca-meninggalnya sang ayah, pendiri WalshTech. Kontrak tersebut merinci segalanya: jumlah kencan publik, tingkat kemesraan yang diizinkan (maksimal bergandengan tangan dan cium pipi), hingga klausul larangan saling jatuh cinta.
Psikolog hubungan dr. Maya Santoso, yang membaca kisah ini dari unggahan viral, berkomentar, “Kontrak semacam ini sebenarnya menciptakan keintiman terstruktur. Dua orang yang menghabiskan waktu bersama, berbagi rahasia, dan menjalani krisis cenderung mengembangkan ikatan emosional. Dalam kasus Rosalie dan Adrian, struktur buatan itu justru menjadi fondasi kepercayaan.”
Titik Balik: Ketika Sandiwara Tak Lagi Berpura-pura
Momen penentu terjadi pada pertengahan Mei, ketika Rosalie nyaris ditabrak mobil saat menyeberang jalan. Adrian yang menyaksikan langsung bereaksi dengan panik luar biasa. “Dia sampai teriak dan langsung melompat mendorong saya. Setelah itu, kami duduk di pinggir jalan dan dia terus menggenggam tangan saya selama setengah jam. Itu bukan akting,” ujar Rosalie, matanya berkaca-kaca. Adrian kemudian mengakui bahwa insiden itu membuatnya sadar: ia tak bisa kehilangan Rosalie.
Perlahan, batas-batas kontrak mulai runtuh. Mereka mulai menghabiskan akhir pekan tanpa “jadwal resmi”, saling curhat tentang masa kecil yang penuh tekanan, dan berbagi lelucon personal yang hanya dipahami berdua. Keluarga Adrian adalah yang pertama curiga. Menurut adik Adrian, Chloe: “Aku lihat cara Adrian memandang Rosalie. Itu bukan tatapan kontrak, itu tatapan seseorang yang ketakutan menyakiti hati orang yang dicintainya.”
Akhir Bahagia yang Tak Disangka
Pada 10 Juni 2025, Adrian memanggil Rosalie ke kantornya. Di hadapan tim pengacara, ia membatalkan kontrak dan mengaku cinta. “Saya pikir semua selesai, dia mau mengakhiri semuanya. Saya bahkan sudah siap-siap patah hati,” kata Rosalie. Namun Adrian justru berlutut dan melamar dengan cincin warisan ibunya. Kini, pasangan ini berencana menikah pada awal 2026. Mereka juga mendirikan “Frost-Walsh Creativity Fund”, yayasan yang mendanai pendidikan desain bagi perempuan muda, sebagai simbol bahwa cinta mereka tumbuh dari pertemuan tak sengaja yang melampaui transaksi.
“Kadang, hal paling tulus lahir dari situasi paling artifisial,” pungkas Rosalie. “Kami hanya perlu sedikit keberanian untuk jujur.”
Comments (0)