Netanyahu Ngotot Rekonstruksi Gaza Tak Dimulai Tanpa Perlucutan Senjata
Tel Aviv, Beritaseputar.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras bahwa proses rekonstruksi di Jalur Gaza tidak akan dimulai tanpa terlebih dahulu melucuti seluruh persenjataan kel
Tel Aviv, Beritaseputar.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras bahwa proses rekonstruksi di Jalur Gaza tidak akan dimulai tanpa terlebih dahulu melucuti seluruh persenjataan kelompok militan dan membongkar infrastruktur militer di daerah kantong Palestina tersebut. Dalam pernyataan terbarunya yang dikutip media kami pada Senin (6/7/2026), Netanyahu menegaskan bahwa penduduk Gaza bebas memilih untuk tetap tinggal atau meninggalkan wilayah itu, selama mereka tidak lagi menimbulkan ancaman bagi keamanan Israel.
“Ancaman dari Gaza telah dilenyapkan,” ujar Netanyahu seperti dilaporkan pada Minggu (5/7) waktu setempat. Kendati demikian, ia menekankan bahwa proses rekonstruksi hanya bisa dimulai apabila seluruh terowongan, tempat penyimpanan senjata, dan pusat komando militer telah dihancurkan. Syarat itu, menurutnya, merupakan langkah fundamental untuk memastikan bahwa tidak ada lagi kelompok bersenjata yang mampu melancarkan serangan ke wilayah Israel dari Jalur Gaza di masa depan.
Pernyataan Netanyahu muncul setelah Israel menyelesaikan operasi militer berskala besar di Gaza yang, menurut klaim Tel Aviv, telah melumpuhkan kemampuan militer Hamas. Operasi tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan infrastruktur sipil yang sangat parah. Rumah sakit, sekolah, jaringan air bersih, dan pembangkit listrik dilaporkan hancur atau lumpuh, memicu kecaman dari berbagai negara dan organisasi kemanusiaan internasional. Di tengah desakan agar bantuan kemanusiaan segera masuk tanpa syarat, Netanyahu justru menegaskan bahwa tidak akan ada rekonstruksi tanpa perlucutan senjata total dan pengawasan keamanan yang ketat.
Tanggapan Palestina dan Desakan Internasional
Pihak Otoritas Palestina mengecam syarat yang diajukan Netanyahu dan menyebut langkah itu sebagai upaya memaksakan kehancuran total atas Gaza serta pemaksaan syarat yang mengabaikan penderitaan warga sipil. Sementara itu, sumber dari kelompok Hamas yang masih memiliki pengaruh di lapangan menyatakan bahwa mereka tidak akan menerima perlucutan senjata sepihak dan menganggap perlawanan sebagai hak yang melekat pada rakyat Palestina. Di tataran internasional, sejumlah negara dan Dewan Keamanan PBB terus mendorong agar rekonstruksi segera dijalankan tanpa dikaitkan dengan prasyarat politik-militer yang dinilai hanya akan memperpanjang krisis kemanusiaan. Namun, Netanyahu tetap mempertahankan posisinya bahwa keamanan nasional Israel adalah prioritas mutlak yang tidak dapat dikompromikan, sehingga masa depan rekonstruksi Gaza masih berada dalam bayang-bayang kebuntuan diplomasi.
Comments (0)