Negosiasi Persuasif Eks Atasan Gagalkan Rencana Buron Taufik Hidayat
Upaya penangkapan terhadap Taufik Hidayat, tersangka kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap kekasihnya, tidak terlepas dari peran penting seorang mantan atasannya. Sosok tersebut adalah Dad
Upaya penangkapan terhadap Taufik Hidayat, tersangka kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap kekasihnya, tidak terlepas dari peran penting seorang mantan atasannya. Sosok tersebut adalah Dadang Ahyar Ismail, pria berusia 53 tahun yang berhasil membujuk Taufik untuk mengakhiri pelariannya di wilayah Kabupaten Bandung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses penangkapan yang berlangsung di sebuah kompleks perumahan di Kecamatan Ciparay itu diawali dengan komunikasi intens antara Dadang dan Taufik. Tersangka yang ketakutan rupanya terus berusaha menghubungi mantan atasannya tersebut melalui berbagai nomor WhatsApp yang sengaja diganti-ganti untuk menghindari pelacakan aparat kepolisian.
Bujuk Tersangka yang Alami Tekanan Psikologis
Dalam perbincangan yang berlangsung, Dadang mengungkapkan bahwa Taufik mengaku sangat tertekan setelah pemberitaan mengenai perbuatannya menyebar luas dan viral di berbagai platform media sosial. Karena merasa terpojok, tersangka yang dilaporkan telah menyekap dan menganiaya pacarnya itu bahkan sempat memohon perlindungan kepada Dadang. Kondisi psikologis inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh Dadang untuk melakukan pendekatan secara persuasif. Alih-alih menyembunyikan atau membantu pelarian tersangka, Dadang justru melontarkan nasihat yang menyentuh logika dan sisi kemanusiaan Taufik. Ia menegaskan bahwa tindakan kabur terus-menerus bukanlah solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan hukum yang sedang dihadapi."Saya sampaikan secara baik-baik, ‘Kamu kalau terus-terusan lari, kalau beruntung pun sampai tua nanti pasti capek sendiri.’ Begitu kurang lebih saya bilang ke dia," ujar Dadang menirukan percakapannya saat ditemui di kediamannya di kawasan Ciparay.Pernyataan Dadang tersebut rupanya berhasil menembus kebuntuan pikiran Taufik. Setelah melalui proses negosiasi yang alot, kemauan tersangka untuk menyerahkan diri perlahan-lahan mulai terbentuk. Alhasil, operasi penangkapan yang melibatkan aparat kepolisian setempat dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya perlawanan berarti dari pihak tersangka. Taufik Hidayat akhirnya berhasil diamankan dan harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya, termasuk tuduhan penganiayaan yang membuat kekasihnya menjadi korban. Penangkapan ini menjadi bukti bahwa pendekatan komunikasi personal dari orang-orang terdekat seringkali lebih efektif untuk meredam upaya pelarian seorang buronan. Sebagaimana dilaporkan oleh tim Beritaseputar.com, peran Dadang Ahyar Ismail menjadi kunci penting yang memastikan Taufik tidak kembali kabur dan memperpanjang proses pelariannya yang justru akan memperberat situasi hukum yang menjeratnya.
Comments (0)