Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Murama Najwa Hasana Wakili Sijunjung di Dangdut Academy 8

Panggung Dangdut Academy 8 kembali mempertemukan Indonesia dengan talenta-talenta luar biasa dari berbagai pelosok negeri. Salah satu nama yang kini tengah

Jul 08, 2026 - 16:29
0 1
Murama Najwa Hasana Wakili Sijunjung di Dangdut Academy 8

Panggung Dangdut Academy 8 kembali mempertemukan Indonesia dengan talenta-talenta luar biasa dari berbagai pelosok negeri. Salah satu nama yang kini tengah mencuri perhatian publik adalah Murama Najwa Hasana, seorang academia muda asal Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Kehadirannya bukan sekadar menambah daftar peserta, tetapi membawa serta harapan dan kebanggaan masyarakat daerah yang jarang terdengar gaungnya di kancah hiburan nasional. Bagi warga Sijunjung, Murama adalah bukti bahwa mimpi besar bisa tumbuh dan mekar dari tanah yang jauh dari hingar-bingar ibu kota.

Perjalanan dari Bumi Lansek Manih

Sijunjung, yang dikenal dengan julukan "Bumi Lansek Manih", selama ini lebih identik dengan panorama alam dan hasil buminya. Namun, Murama datang membawa warna baru. Ia memperkenalkan bahwa dari kabupaten yang tenang itu, lahir vokalis-vokalis dangdut dengan kemampuan olah vokal yang patut diperhitungkan.

Sebelum melangkah ke panggung akbar Dangdut Academy, Murama telah menempuh jalan yang tidak singkat. Latihan vokal secara otodidak, mengikuti berbagai perlombaan lokal, hingga akhirnya memberanikan diri mengikuti audisi di salah satu kota besar menjadi bagian dari cerita perjuangannya.

Bukan Sekadar Kompetisi, Melainkan Misi Budaya

Dalam setiap penampilannya, Murama selalu berusaha menyisipkan identitasnya sebagai putri Minang. Hal ini terlihat dari pemilihan lagu hingga gestur panggung yang sopan dan penuh penghormatan—cerminan nilai-nilai budaya yang dipegang teguh.

"Saya ingin membuktikan bahwa anak daerah, khususnya dari Sijunjung, juga bisa bersaing dan berkarya di level nasional. Dangdut adalah musik rakyat, dan saya mewakili rakyat dari kampung saya," ujar Murama dengan mata berbinar saat ditemui di sela-sela karantina.

Pernyataan tersebut sontak viral di kalangan pendukungnya. Tagar #MuramaUntukSijunjung bergulir di media sosial, digerakkan oleh komunitas penggemar yang menamakan diri mereka "Keluarga Besar Lansek Manih". Dukungan moral dan material mengalir deras, menunjukkan betapa kolektifnya semangat masyarakat dalam mendorong putri daerah mereka.

Menjaga Harapan, Meniti Tangga Menuju Konser Final

Dangdut Academy dikenal dengan sistem penjurian ketat dan polling publik yang fluktuatif. Tekanan mental dan fisik menjadi ujian sesungguhnya. Namun, Murama menunjukkan kematangan di atas panggung. Suaranya yang jernih dengan cengkok khas, ditambah penghayatan mendalam saat membawakan lagu-lagu melankolis, kerap membuat para juri mengangguk kagum.

Di balik panggung, ia adalah sosok yang rendah hati. Ia kerap terlihat membantu peserta lain atau sekadar berbincang hangat dengan kru produksi, meninggalkan kesan mendalam sebagai pribadi yang mudah dicintai.

Dampak Sosial Seorang Murama

Fenomena Murama tidak hanya berhenti pada hiburan. Di Sijunjung, warung-warung kopi dan ruang publik mendadak dipadati warga yang menonton siaran langsung Dangdut Academy. Hal ini menciptakan interaksi sosial yang lebih erat, menjadi pemersatu di tengah keseharian. Ekonomi kecil pun ikut bergeliat—layar tancap, jualan atribut, hingga bertambahnya penonton televisi kabel menjadi bukti bahwa ajang pencarian bakat memiliki efek domino yang nyata.

Kini, langkah Murama semakin mendekati tangga konser final. Apapun hasilnya nanti, ia telah memenangkan hati masyarakat Sijunjung, bahkan Sumatera Barat secara umum. Ia adalah pengingat bahwa dangdut adalah milik semua orang, dari Sabang hingga Merauke, termasuk dari Bumi Lansek Manih yang penuh pesona.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User