Messi Protes Wasit Pinheiro, Argentina Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026
KANSAS CITY — Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss di Stadion Kansas City, Minggu (12/7) dini hari WIB, menyajikan drama yang le
KANSAS CITY — Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss di Stadion Kansas City, Minggu (12/7) dini hari WIB, menyajikan drama yang lebih dari sekadar adu taktik. Argentina akhirnya memastikan tempat di semifinal setelah menumbangkan Swiss dengan skor tipis 2-1. Namun, perhatian dunia justru banyak tersedot pada perdebatan sengit antara megabintang La Albiceleste, Lionel Messi, dan wasit Portugal, Joao Pinheiro, yang terjadi menjelang akhir pertandingan.
Jalannya Pertandingan: Ketegangan Sejak Peluit Awal
Argentina yang tampil dengan formasi ofensif langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan oleh Pinheiro. Skuad asuhan Lionel Scaloni itu unggul cepat pada menit ke-22 melalui sontekan Julian Alvarez yang memanfaatkan umpan terobosan Messi. Gol tersebut sempat diperiksa oleh VAR karena dugaan offside, namun tayangan ulang mengonfirmasi bahwa striker Manchester City itu berada dalam posisi ‘on’ beberapa milimeter saja. Swiss, yang di atas kertas bukan unggulan, justru merespons dengan luar biasa. Kerja sama rapi Denis Zakaria dan Breel Embolo memaksa Emiliano Martinez jatuh bangun di bawah mistar. Puncaknya, pada menit ke-56, sundulan Nico Elvedi dari skema sepak pojok berhasil membuat kedudukan menjadi 1-1.
Momen Kontroversi yang Memantik Amarah Messi
Titik balik psikologis pertandingan terjadi pada menit ke-71. Di tengah tekanan Argentina yang makin intens, Messi menusuk dari sisi kanan dan terlibat duel dengan kapten Swiss, Manuel Akanji, di tepi kotak penalti. Pesepakbola berjuluk La Pulga itu terjatuh setelah kontak bahu, tetapi Pinheiro memutuskan untuk tidak memberikan pelanggaran apapun—apalagi penalti. Keputusan itu sontak memantik protes keras dari bench Argentina dan puluhan pendukung di tribune. Messi yang mengenakan ban kapten, dengan gestur tangan khasnya, langsung menghampiri sang pengadil dan mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut.
“Saya hanya ingin penjelasan, kenapa kontak sekeras itu tidak dianggap pelanggaran,” ujar Messi kepada media zona campuran seusai laga.
Kronologi Debat Panas di Lapangan
Perdebatan yang berlangsung hampir dua menit itu terekam dengan jelas oleh 16 kamera siaran resmi FIFA. Berikut urutan singkat kronologinya:
- Menit 71:20 – Messi terjatuh, wasit memberi isyarat “tidak ada pelanggaran” sambil menggeleng.
- Menit 71:45 – Messi mendekati Pinheiro dengan gestur tangan merentang. Angel Di Maria dan Rodrigo De Paul ikut mengepung wasit dari jarak dekat.
- Menit 72:10 – Pinheiro mengeluarkan kartu kuning untuk Messi karena dinilai terlalu agresif dalam protes.
- Menit 72:50 – Scaloni memanggil Messi ke pinggir lapangan untuk meredakan situasi. Tim kapten VAR, Bastian Dankert, menyatakan bahwa insiden itu tidak memenuhi kriteria “clear and obvious error”.
Sangat jarang Messi yang dikenal berkarakter tenang mendapat kartu kuning akibat protes kepada wasit. Catatan FIFA menyebutkan ini adalah kartu kuning keempat sepanjang karier Piala Dunia Messi yang dipicu oleh perdebatan dengan pengadil—sebuah statistik yang menandakan betapa panasnya momen tersebut.
Argentina Memastikan Kemenangan, Swiss Gugur Terhormat
Bukannya mengendur, kartu kuning justru memompa energi tambahan bagi Argentina. Pada menit ke-83, kombinasi umpan satu-dua antara Enzo Fernandez dan Messi membuka ruang bagi Nico Gonzalez. Tembakan rendahnya dari luar kotak penalti sempat membentur tiang sebelum mengoyak jala gawang Yann Sommer. Gol indah itu menjadi penentu kemenangan 2-1. Swiss menghabiskan sisa waktu dengan mencoba memanfaatkan bola-bola panjang, tetapi lini pertahanan ‘Tango’ yang dikomandoi Cristian Romero dan Lisandro Martinez tampil begitu solid. Peluit panjang berbunyi, Argentina melaju ke semifinal dan akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Kolombia.
Reaksi Global dan Sorotan Terhadap Wasit Joao Pinheiro
Insiden antara Messi dan Pinheiro sontak menjadi perbincangan di media sosial. Mantan wasit internasional Howard Webb yang hadir sebagai analis untuk BBC menyebut bahwa Pinheiro seharusnya melakukan tinjauan monitor lapangan. “Ini adalah momen yang dapat mengubah sepanjang arah cerita. Sentuhan di antara Akanji dan Messi cukup signifikan untuk sekadar diabaikan,” komentar Webb. Namun, mantan striker Swiss, Alexander Frei, menilai bahwa Messi “mencari kontak dan tidak ada yang cukup untuk penalti.” Terlepas dari polemik, Pinheiro mendapat penilaian 7,2/10 dari panel evaluasi FIFA, sedikit di atas rata-rata untuk wasit perempat final.
Dampak dan Pelajaran Menuju Semifinal
Bagi Argentina, drama ini menjadi pengingat bahwa bertahan di turnamen sebesar Piala Dunia tidak hanya memerlukan kualitas teknis, tetapi juga kekuatan mental menghadapi dominasi emosi di lapangan. Messi, yang kini mengoleksi 28 penampilan di Piala Dunia, tetap menjadi magnet kontroversi sekaligus inspirasi. Kini semua mata akan mengarah ke semifinal akhir pekan depan, sementara perdebatan publik mengenai keputusan Pinheiro dipastikan belum akan mereda dalam waktu dekat.
Comments (0)