Bibit Siklon 97W Intai Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Manado, Beritaseputar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem menyusul terdeteksinya ak
Manado, Beritaseputar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem menyusul terdeteksinya aktivitas Bibit Siklon Tropis 97W di perairan utara Sulawesi. Sistem tekanan rendah ini diprediksi akan memengaruhi kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Sulawesi Utara (Sulut) selama sepekan ke depan, membawa potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Bibit siklon 97W pertama kali terpantau oleh satelit Himawari pada Sabtu dini hari, berlokasi sekitar 780 kilometer sebelah timur laut Manado. Dalam 24 jam terakhir, sistem ini menunjukkan peningkatan konveksi signifikan dengan kecepatan angin pusat mencapai 35 knot (sekitar 65 km/jam). Meskipun belum berkembang menjadi siklon tropis penuh, BMKG menegaskan bahwa potensi penguatan masih terbuka lebar mengingat suhu muka laut di wilayah tersebut mencapai 29–30 derajat Celsius, cukup hangat untuk memasok energi bagi pertumbuhan siklon.
Kronologi dan Prakiraan Pergerakan Bibit Siklon 97W
- Sabtu–Minggu: Bibit siklon mulai membentuk pusaran di Laut Filipina, bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 15 km/jam. BMKG mencatat tekanan pusat 1004 hPa dan mulai mengeluarkan buletin khusus.
- Senin: Konveksi semakin terorganisasi, peluang menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam meningkat menjadi 40%. Model cuaca global menunjukkan 97W akan melintas di utara Kepulauan Sangihe-Talaud.
- Selasa–Rabu: Bibit siklon diperkirakan mencapai titik terdekat dengan daratan Sulut, sekitar 300 km dari Tahuna. Dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas >100 mm/hari berpotensi terjadi di Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, dan sekitarnya.
- Kamis–Jumat: Sistem mulai menjauhi Sulut, namun ekor siklon masih dapat memicu hujan lebat dan angin kencang di pesisir utara serta perairan sekitar.
Dampak Potensial yang Perlu Diwaspadai
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, melalui rilis resmi, menyebutkan bahwa masyarakat Sulut harus bersiap menghadapi serangkaian dampak sebagai efek tidak langsung bibit siklon 97W.
“Kami mengimbau agar seluruh pemangku kepentingan dan warga meningkatkan kewaspadaan. Meskipun pusat siklon tidak langsung melintas di atas daratan, efek dari spiral band dan tailwind-nya bisa memicu bencana hidrometeorologi,” ujar pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya.
- Hujan Lebat dan Banjir: Curah hujan diperkirakan mencapai 150–200 mm per hari di beberapa titik, terutama di wilayah pegunungan dan bantaran sungai. Sungai Tondano, Sungai Ranoyapo, dan Sungai Bolango berpotensi meluap.
- Angin Kencang: Kecepatan angin berpotensi mencapai 45–55 km/jam, cukup untuk merusak atap rumah semi permanen, papan reklame, dan menumbangkan pohon.
- Gelombang Tinggi: Perairan Sulawesi Utara bagian utara, termasuk Laut Sulawesi dan perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, diperkirakan mengalami gelombang setinggi 2,5–4 meter. Aktivitas pelayaran dan penyeberangan antarpulau diimbau dibatasi.
- Longsor: Tanah jenuh di lereng-lereng rawan seperti di Tomohon, Minahasa Selatan, dan Bolaang Mongondow berisiko longsor jika hujan berdurasi panjang.
Langkah Antisipasi BMKG dan Pemerintah Daerah
BMKG memperkuat pemantauan 24 jam melalui satelit dan radar cuaca di Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado. Informasi perkembangan siklon akan diperbarui setiap enam jam dan disebarluaskan melalui kanal resmi BMKG serta grup WhatsApp tanggap bencana.
“Kami telah berkoordinasi dengan BPBD Sulawesi Utara dan seluruh camat di wilayah rawan untuk menyiapkan posko darurat dan jalur evakuasi. Stok logistik di gudang BPBD juga sudah dicek ulang,” terang Kepala Pelaksana BPBD Sulut.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara menginstruksikan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP untuk menyiagakan personel. Sekolah-sekolah di daerah potensi banjir diminta menyusun skenario pembelajaran jarak jauh jika kondisi memburuk. Beberapa maskapai penerbangan juga diminta menyesuaikan jadwal mengingat potensi turbulensi parah di rute menuju Bandara Sam Ratulangi.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG menyarankan agar warga, khususnya yang tinggal di pesisir dan lereng bukit, melakukan langkah-langkah berikut:
- Selalu memantau informasi resmi dari BMKG melalui situs web, aplikasi Info BMKG, dan media sosial.
- Tidak menyebarkan informasi palsu yang dapat menimbulkan kepanikan.
- Membersihkan saluran air dan selokan untuk mengurangi risiko genangan.
- Memastikan struktur atap dan bangunan dalam kondisi kokoh.
- Menghindari aktivitas di laut selama peringatan berlaku, terutama untuk kapal kecil dan nelayan tradisional.
Siklon tropis di wilayah Sulawesi Utara bukanlah fenomena asing, namun kemunculan bibit siklon di awal kuartal ketiga seperti ini memerlukan perhatian khusus karena biasanya bertepatan dengan musim angin barat yang lembap. “Kombinasi antara bibit siklon dan aktivitas monsun bisa mengekstremkan curah hujan, mirip dengan kejadian siklon Bolaven pada 2023 yang menimbulkan banjir besar,” tambah peneliti klimatologi dari Universitas Sam Ratulangi.
Warga diimbau untuk segera melaporkan kejadian darurat ke call center BPBD 24 jam atau nomor aduan pemerintah setempat. Semua pihak berharap mitigasi yang matang dapat meminimalkan risiko kerugian jiwa dan harta benda.
[SOCIAL_TWEET]: BMKG rilis peringatan dini #BibitSiklon97W mengancam Sulawesi Utara. Hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi 2,5-4 m siap-siap terjadi. Cek info resmi jangan panik! #CuacaEkstrem #SulutSiaga #BMKG[SOCIAL_TG]: ⚠️ Bibit Siklon 97W mendekat, BMKG terbitkan peringatan cuaca ekstrem untuk Sulawesi Utara. Hujan >150 mm/hari, angin kencang 55 km/jam, gelombang tinggi 4 meter. Waspada mulai besok!
Comments (0)