Mentrans Ungkap Arahan Prabowo di Balik Program 'Transmigrasi Patriot'
Jakarta – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) resmi membeberkan filosofi dan arahan strategis di balik peluncuran program unggulan yang diberi nama Transmigrasi Patriot. Menteri Transmigrasi, Ift
Jakarta – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) resmi membeberkan filosofi dan arahan strategis di balik peluncuran program unggulan yang diberi nama Transmigrasi Patriot. Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanagara, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar program perpindahan penduduk biasa, melainkan sebuah transformasi fundamental yang digerakkan langsung oleh visi Presiden Prabowo Subianto untuk memacu pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi.
Dalam sesi media gathering Kementrans yang berlangsung di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (26/6/2026), Iftitah memaparkan akar historis dan konsep dasar dari program tersebut. Ia menegaskan bahwa desain besar Transmigrasi Patriot sebenarnya telah dirintis jauh sebelum kabinet saat ini terbentuk, tepatnya sejak awal tahun 2023, atas perintah langsung Presiden Prabowo. Transformasi ini bertujuan agar kawasan transmigrasi tidak lagi sekadar menjadi daerah pemukiman, tetapi menjelma menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada kekuatan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi.
"Apa sih basic-nya Transmigrasi Patriot? Kami sudah memulai awal tahun 2023. Ya, atas perintah Bapak Presiden lakukan transformasi, kita sudah mulai awal tahun 2023. Ternyata, Oktober 2025 ada peraih Nobel, yang memperkuat tesis kami,"
ujar Iftitah di hadapan awak media yang dikutip oleh media kami, Sabtu (27/6/2026).
Lebih lanjut, Mentrans menjabarkan esensi dari arahan Presiden tersebut. Menurutnya, untuk menciptakan lompatan ekonomi yang signifikan di berbagai wilayah tanah air, diperlukan sebuah "banjir" yang dimaksud bukan dalam konteks kebencanaan, melainkan gelombang besar sumber daya yang didukung penuh oleh penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Iftitah merujuk pada penguatan tesis yang secara tak terduga datang dari pemikiran peraih Nobel pada Oktober 2025 lalu. Penghargaan bergengsi tersebut dinilai memperkuat keyakinan pemerintah bahwa pembangunan wilayah transmigrasi tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional.
"Apa itu? Kalau mau pertumbuhan ekonomi bagus, harus ada banjir yang didukung ilmu pengetahuan dan teknologi. Nggak bisa tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi,"
tegasnya.
Dengan paradigma Transmigrasi Patriot, pemerintah berambisi untuk menempatkan warga transmigran sebagai patriot pembangunan yang dibekali dengan keterampilan teknis dan akses terhadap riset terkini. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis pemerintahan Prabowo dalam menyebarkan pemerataan ekonomi, mengatasi ketimpangan antarwilayah, sekaligus memanfaatkan bonus demografi secara optimal melalui penguasaan teknologi di seluruh pelosok negeri.
Comments (0)