Menkes Apresiasi Bakti Kesehatan Polri, Dorong Buruh Rutin Periksa Kesehatan
Beritaseputar.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah strategis Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang konsisten menggelar kegiata
Beritaseputar.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah strategis Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang konsisten menggelar kegiatan Bakti Kesehatan secara masif di berbagai wilayah. Sinergi lintas institusi ini dinilai menjadi jembatan emas yang sangat memudahkan akses masyarakat, khususnya kalangan pekerja atau buruh, untuk memperoleh layanan kesehatan gratis di seluruh jaringan Rumah Sakit (RS) milik Polri.
Apresiasi tersebut disampaikan Budi Gunadi saat menghadiri puncak acara Bakti Kesehatan Polri yang dipusatkan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lembaga Pendidikan dan Latihan (Lemdiklat) Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa (23/6/2026). Di hadapan peserta yang didominasi oleh pekerja, Menkes menekankan urgensi perubahan paradigma dari penanganan kuratif (pengobatan) menuju promotif-preventif (peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit).
Pemeriksaan Rutin Cegah Risiko Kematian Dini
Dalam sambutannya, Budi Gunadi menyinggung ketakutan terbesar yang selama ini dirasakan oleh para buruh. Ia menilai, ancaman terhadap keberlangsungan hidup seringkali menjadi momok yang lebih menakutkan dibandingkan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK). Kekhawatiran ini muncul karena para pekerja merupakan tulang punggung keluarga yang harus tetap sehat dan produktif.
Untuk menegaskan poin tersebut, Budi Gunadi memberikan pernyataan menyentil peran penting serikat pekerja dalam mengawal kesejahteraan anggotanya. Pernyataan tersebut kemudian dikutip langsung oleh media kami dalam kesempatan tersebut.
"Pak Andi Gani (Presiden KSPSI) itu paling takut kalau anggotanya kehilangan kerja, tapi ada satu lagi yang sebenarnya para buruh lebih takuti, yaitu kalau kehilangan nyawa," kata Budi Gunadi.
Kutipan tersebut sontak memantik kesadaran para hadirin bahwa kesehatan fisik merupakan aset primer yang tak ternilai harganya. Menkes menegaskan, mempertahankan nyawa dengan tubuh yang sehat adalah modal dasar bagi para pekerja untuk terus menghidupi keluarga dan meningkatkan taraf ekonomi mereka.
Dorong Keberlanjutan Program Kesehatan Inklusif
Melalui program Bakti Kesehatan ini, Polri membuka akses seluas-luasnya bagi para buruh untuk mengecek kondisi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat tanpa dipungut biaya sepeser pun. Layanan tersebut juga mencakup konsultasi langsung dengan dokter umum dan dokter gigi, sehingga penyakit kronis yang sering tidak terdeteksi dapat segera tertangani.
Budi Gunadi menekankan bahwa jadwal padat dan beban biaya seringkali menjadi penghalang utama bagi pekerja untuk mengakses fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, kehadiran layanan kesehatan gratis yang dijemput bola oleh institusi Polri ini sangat krusial untuk menjangkau segmen masyarakat yang rentan secara kesehatan. Pemerintah berharap kualitas hidup para buruh dapat meningkat seiring dengan terpantaunya kondisi kesehatan mereka secara berkala.
Lebih lanjut, Menkes menginstruksikan jajarannya dan mengajak seluruh fasilitas kesehatan di bawah Polri untuk tetap responsif serta humanis dalam melayani seluruh lapisan masyarakat. Sinergi antara Kementerian Kesehatan dan Polri ini diharapkan tidak hanya berhenti pada acara seremonial, melainkan terus berlanjut sebagai agenda rutin yang mampu menekan angka kesakitan dan kematian. Laporan dari media kami mencatat, kolaborasi ini menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional, sekaligus memastikan bahwa hak atas hidup sehat dapat dirasakan oleh seluruh pekerja di Indonesia tanpa terkecuali.
Comments (0)