Medan – Sebuah kisah tragis sekaligus memilukan menimpa seorang perempuan penyandang disabilitas tunarungu yang berpro
Insiden bermula pada Minggu (5/7) di kawasan Jalan Jamin Ginting, Medan. Pengemudi ojol perempuan berinisial RA tersebut terlibat kecelakaan dengan angkot jurusan 103. Berdasarkan informasi yang dihi
Insiden bermula pada Minggu (5/7) di kawasan Jalan Jamin Ginting, Medan. Pengemudi ojol perempuan berinisial RA tersebut terlibat kecelakaan dengan angkot jurusan 103. Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, benturan keras membuat korban terjatuh dan mengalami luka-luka. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu lantas sigap mengevakuasi RA ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Di tengah kepanikan warga yang fokus pada kondisi korban, sepeda motor milik RA terpaksa dititipkan sementara di sebuah kios salon yang berada tak jauh dari lokasi tabrakan. Namun, kelengahan sesaat itu rupanya menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.
Berpura-pura Jadi Keluarga Korban
Belakangan terungkap, saat korban masih dalam perjalanan ke rumah sakit atau sedang ditangani tenaga medis, seorang pria tak dikenal mendatangi kios salon tersebut. Dengan penuh keyakinan, pria itu mengaku sebagai pihak keluarga korban dan meminta agar sepeda motor RA diserahkan kepadanya. Tanpa rasa curiga, pihak kios pun menyerahkan kendaraan roda dua itu. Malang, pria tersebut rupanya bukanlah keluarga RA, melainkan murni pencuri yang memanfaatkan situasi chaos pasca-kecelakaan.
Video yang memperlihatkan RA menangis histeris usai mengetahui motornya raib pun viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak jelas raut wajah putus asa perempuan tunarungu itu. Ia tak hanya harus menanggung rasa sakit fisik akibat ditabrak, tetapi juga kehilangan satu-satunya alat penopang ekonomi yang ia miliki.
"Peristiwa ini benar terjadi pada Minggu kemarin. Korban adalah pengemudi ojol perempuan tunarungu. Setelah ditabrak, motor dititipkan, tapi ada orang tak bertanggung jawab mengaku keluarga dan membawa kabur motor tersebut," ujar Ketua Umum Gabungan Ojek Online Roda Dua Medan dan Sekitarnya (Godams), Agam Zubir, Senin (6/7).
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku pencurian maupun kronologi tabrakan yang melibatkan angkot 103 tersebut. Sementara itu, rekan-rekan sesama pengemudi ojol yang tergabung dalam Godams menyatakan solidaritasnya dan mendesak aparat agar segera mengusut tuntas kasus yang menimpa RA. Publik pun ramai-ramai mengecam aksi keji pencurian yang menyasar seorang penyandang disabilitas di saat dirinya tengah menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
Comments (0)