Sep 18, 2026
Sumatera Utara

MEDAN — 150 Pemulung Resmi Mendapatkan Perlindungan Jaminan Sosial BPJS

Di tengah teriknya sengatan matahari Kota Medan, deru mesin truk sampah dan aroma menyengat dari tumpukan limbah adalah makanan sehari-hari bagi para pemul

MEDAN — 150 Pemulung Resmi Mendapatkan Perlindungan Jaminan Sosial BPJS

Di tengah teriknya sengatan matahari Kota Medan, deru mesin truk sampah dan aroma menyengat dari tumpukan limbah adalah makanan sehari-hari bagi para pemulung. Saban hari, tangan-tangan legam mereka cekatan memilah plastik, kardus, dan barang bekas lainnya demi menyambung hidup. Namun, di balik peran krusial mereka dalam menjaga kebersihan kota dan menggerakkan roda ekonomi daur ulang, ada risiko kesehatan besar yang mengintai tanpa kepastian perlindungan.

Beruntung, titik terang kini mulai menyinari kehidupan para pahlawan kebersihan yang terpinggirkan ini. Perjuangan panjang dan dorongan tanpa henti yang diinisiasi oleh Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) bersama Komunitas Jurnalis Ekonomi Sirkular akhirnya membuahkan hasil yang sangat manis. Sebanyak 150 pemulung di Kota Medan kini resmi terdaftar dan tercover oleh layanan jaminan sosial BPJS.

Angin Segar bagi Pekerja Sektor Informal

Langkah inklusif ini menjadi angin segar setelah sekian lama para pekerja informal di sektor persampahan ini luput dari jangkauan jaminan sosial pemerintah. Selama ini, ketika penyakit menyapa atau terjadi kecelakaan kerja di lapangan, mayoritas pemulung hanya mampu pasrah atau mengandalkan obat seadanya karena keterbatasan biaya hidup.

Advokasi gigih yang dilakukan kelompok jurnalis dan elemen pemuda berhasil membuka mata berbagai pihak. Mereka menegaskan bahwa pemulung adalah mata rantai vital dalam pengelolaan sampah perkotaan yang sangat layak mendapatkan hak dasar jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.

"Kami berjuang bukan hanya untuk menyampaikan berita, tetapi juga mendorong perubahan nyata di lapangan. Pemulung adalah garda terdepan ekonomi sirkular yang selama ini sangat rentan, sudah sepatutnya mereka terlindungi," ujar salah satu perwakilan Komunitas Jurnalis Ekonomi Sirkular saat mendampingi penyerahan kepersertaan.

Perubahan kondisi perlindungan ini membawa dampak psikologis dan finansial yang sangat besar bagi para penerima manfaat. Untuk melihat gambaran perubahan sebelum dan sesudah adanya intervensi advokasi ini, berikut data perbandingannya:

Indikator Perlindungan Kondisi Sebelum Advokasi Kondisi Setelah Advokasi
Akses Layanan Kesehatan Sangat Terbatas / Bayar Mandiri Tercover Fasilitas Kesehatan BPJS
Jumlah Penerima Manfaat 0 Orang (Sektor Terabaikan) 150 Pemulung (Tahap Awal)
Tingkat Kerentanan Finansial Sangat Tinggi saat Sakit Tersedia Jaring Pengaman Sosial

Mendorong Ekonomi Sirkular yang Berkeadilan

Keberhasilan mendaftarkan 150 pemulung ke dalam program BPJS ini diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sosial sementara, melainkan menjadi pijakan awal bagi pembentukan regulasi yang lebih memihak kepada pekerja informal. Konsep ekonomi sirkular tidak hanya berbicara soal pemilahan sampah dan penekanan emisi karbon, tetapi juga tentang keadilan sosial dan kesejahteraan para pelakunya.

Dengan adanya jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, para pemulung dapat bekerja dengan rasa aman yang lebih tinggi. Risiko infeksi saluran pernapasan, cedera akibat benda tajam, hingga penyakit kulit yang kerap mengintai saat memilah sampah kini memiliki kepastian penanganan medis yang terjamin.

"Dulu kalau kena paku atau luka kena kaca di TPA, cuma dibebat kain kotor lalu lanjut kerja lagi. Sekarang kalau sakit sudah tidak cemas lagi karena sudah punya kartu BPJS," ungkap Pak Udin (48), salah satu pemulung penerima manfaat dengan mata berkaca-kaca.

Harapan besar kini tertumpu pada Pemerintah Kota Medan agar dapat memperluas cakupan jaminan sosial ini ke ribuan pemulung lainnya yang belum terdata. Sinergi antara insan pers, organisasi kepemudaan, dan pemerintah telah membuktikan bahwa advokasi terarah mampu menghadirkan perlindungan nyata bagi mereka yang selama ini terlupakan di sudut-sudut kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User