Aug 25, 2026
Hukum

Sabtu di Medan: Quinn Pukau KKSU, Dame Duma Serap Aspirasi

Sabtu (25/7/2026) menjadi hari yang sarat kegiatan di Kota Medan. Di satu sisi, gelaran Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 menyuguhkan panggung bagi

Sabtu di Medan: Quinn Pukau KKSU, Dame Duma Serap Aspirasi

Sabtu (25/7/2026) menjadi hari yang sarat kegiatan di Kota Medan. Di satu sisi, gelaran Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 menyuguhkan panggung bagi bakat-bakat muda, dan di sisi lain, anggota DPRD Medan turun langsung menyerap suara warga. Dua peristiwa ini, meski berbeda ruang dan konteks, mencerminkan denyut pembangunan yang berjalan bersamaan: pengembangan sumber daya manusia melalui ajang seni, serta perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik melalui jalur politik.

Di arena KKSU yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, seorang remaja berusia 14 tahun bernama Quinn Fernanda Hutauruk menjadi sorotan. Sementara itu, tak jauh dari pusat keramaian, Anggota DPRD Medan dari Dapil I, Dame Duma Sari Hutagalung, menggelar reses di Jalan Kemuning, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, mendengarkan langsung keluhan dan harapan warga setempat.

Pesona Lagu Butet yang Curi Perhatian

Quinn Fernanda Hutauruk, putri pasangan Benget Hutauruk dan Ayu br Siregar, tampil sebagai peserta nomor urut 4 dalam Kids Talent Show KKSU 2026. Dengan penuh percaya diri, ia membawakan lagu daerah Butet yang melegenda. Bukan hanya vokalnya yang merdu, tetapi juga gerakan enerjik yang ia tampilkan berhasil memukau penonton. Tepuk tangan meriah berkali-kali terdengar, menandakan penampilannya mendapat apresiasi tinggi.

KKSU 2026 merupakan ajang tahunan yang menjadi wadah bagi anak-anak berbakat di bidang seni. Quinn sendiri bukan pendatang baru di panggung ini.

"Hampir setiap tahun saya ikut KKSU. Tahun lalu belum berhasil menjadi juara, semoga tahun ini hasilnya lebih baik,"

ungkap Quinn dengan penuh harap.

Ayahnya, Benget Hutauruk, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada Bank Indonesia Sumatera Utara yang tetap konsisten menggelar KKSU. Menurutnya, ajang ini tidak hanya sekadar kompetisi, melainkan ruang bagi anak-anak Sumut untuk tumbuh dan mengasah kemampuan di luar akademik. Meskipun artikel asli tidak menyebutkan lengkap pernyataan Benget, semangatnya jelas: KKSU adalah jembatan penting bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri dan meraih prestasi.

Penampilan Quinn menjadi simbol harapan itu. Lagu Butet yang dipilihnya bukan tanpa makna—selain mengangkat budaya daerah, lagu ini juga membawa pesan mendalam yang kini jarang didengar generasi muda. Keberhasilan Quinn memikat penonton sekaligus menegaskan bahwa talenta lokal patut diperhitungkan di tingkat provinsi.

Reses di Helvetia: Suara Warga yang Tak Boleh Diabaikan

Di waktu yang hampir bersamaan, suasana lebih serius terasa di Jalan Kemuning (Lapangan Mini), Kelurahan Helvetia. Dame Duma Sari Hutagalung, yang akrab disapa Dame Duma, menggelar Reses Masa Sidang VI Tahun Sidang 2025–2026. Ini merupakan sesi kedua pada hari itu, dimulai pukul 15.00 WIB, yang dihadiri oleh puluhan warga dengan sejumlah persoalan yang ingin segera dituntaskan.

Sejumlah isu krusial mencuat dalam dialog tersebut. Warga mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum di beberapa titik vital, seperti Jalan Kemuning Raya, Jalan Kemuning IV, dan Jalan Matahari II. Kondisi ini dianggap membahayakan, terutama bagi pejalan kaki dan pengendara yang melintas pada malam hari. Selain itu, ada permohonan pemindahan tiang listrik yang berdiri di pekarangan rumah warga, mengganggu kenyamanan dan keamanan hunian.

Tak kalah penting, warga juga menyoroti kondisi lapangan mini milik Pemerintah Kota Medan yang ada di sekitar lokasi. Lapangan yang seharusnya menjadi ruang publik dan sarana olahraga warga justru tampak terbengkalai dan tak terawat. "Lapangan ini sudah lama tidak mendapat perhatian. Padahal anak-anak kami butuh tempat bermain yang layak," ujar seorang warga dalam sesi tersebut, merepresentasikan kekecewaan yang sudah lama terpendam.

Dame Duma, yang merupakan wakil rakyat dari Dapil I, mencakup Kecamatan Medan Helvetia, menyimak dengan seksama setiap aspirasi. Meski tidak ada kutipan langsung dari legislator tersebut dalam laporan asli, kehadirannya menyerap langsung harapan warga merupakan langkah awal dari proses perbaikan. Reses menjadi jembatan penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam mempercepat realisasi program.

Antara Bakat Seni dan Infrastruktur: Dua Sisi Pembangunan Kota

Dua peristiwa di Medan pada Sabtu itu bisa dibaca sebagai potret dua pilar pembangunan daerah. Di satu sisi, pengembangan kualitas manusia melalui seni dan kreativitas yang diwakili oleh Kids Talent Show. Di sisi lain, pembangunan fisik dan infrastruktur yang menjadi fondasi kehidupan sehari-hari warga, sebagaimana yang disuarakan dalam reses.

KKSU dan reses DPRD mungkin berbeda secara fundamental, tetapi keduanya bertujuan sama: memajukan kualitas hidup masyarakat Sumatera Utara. KKSU 2026 yang kehadirannya telah dirasakan Quinn selama bertahun-tahun membuktikan bahwa ajang budaya dapat melahirkan generasi yang kompetitif. Sementara itu, reses Dame Duma menunjukkan bahwa masalah konkret seperti lampu jalan dan lapangan olahraga adalah kebutuhan mendesak yang memerlukan perhatian serius pemerintah.

Quinn berharap kemenangan di tahun ini, sementara warga Helvetia berharap lampu jalan terpasang dan lapangan mini direnovasi. Kedua harapan ini, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi kenyataan yang saling menguatkan—sebuah kota yang terang benderang dengan generasi penerus yang cemerlang.

Harapan dan Tindak Lanjut

Bagi Quinn, panggung KKSU 2026 bukanlah akhir. Ia memiliki potensi untuk melaju ke tingkat yang lebih tinggi jika konsistensi latihan dan dukungan terus mengalir. Bagi warga Helvetia, reses bukan hanya ajang curhat, melainkan awal dari proses advokasi anggaran dan kebijakan di tingkat dinas. Dame Duma diharapkan dapat memperjuangkan aspirasi ini ke dalam program prioritas Pemko Medan, terutama yang berkaitan dengan lampu jalan dan perbaikan lapangan mini.

Sinergi antara warga, seniman muda, dan wakil rakyat semakin menunjukkan bahwa Medan terus bergerak. Hari itu, dua wajah harapan hadir dalam satu hari yang sama di kota yang tak pernah tidur.

[SOCIAL_TWEET]: Sabtu di Medan penuh warna: Quinn pukau panggung KKSU 2026 dengan lagu Butet, sementara Dame Duma serap aspirasi warga soal lampu jalan hingga lapangan mini. Bakat muda dan suara rakyat harus terus berdampingan. #Medan #KKSU2026 #ResesDPRD[SOCIAL_TG]: Medan, 25 Juli 2026. Quinn tampil memukau di KKSU 2026 dengan lagu Butet. Di saat bersamaan, Dame Duma reses di Medan Helvetia mendengar langsung keluhan warga soal lampu jalan, tiang listrik, dan lapangan mini terbengkalai. Dua wajah pembangunan kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User