Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Marc Marquez Bahas Rival Masa Lalu, Sebut-sebut Rossi

Jakarta - Marc Marquez membuka kenangan tentang rival-rival yang mewarnai perjalanan kariernya di MotoGP. Pembalap yang dijuluki The Baby Aliens itu menyebut sejumlah nama besar seperti Jorge Lorenzo

Jul 06, 2026 - 06:35
0 2
Marc Marquez Bahas Rival Masa Lalu, Sebut-sebut Rossi

Jakarta - Marc Marquez membuka kenangan tentang rival-rival yang mewarnai perjalanan kariernya di MotoGP. Pembalap yang dijuluki The Baby Aliens itu menyebut sejumlah nama besar seperti Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, Casey Stoner, hingga Valentino Rossi. Masing-masing meninggalkan kesan mendalam berkat keunggulan yang tak dimiliki satu sama lain.

Konsistensi Lorenzo Jadi Standar Tinggi

Dalam perbincangan bersama media kami, Marquez mengaku kagum dengan kemampuan Jorge Lorenzo menjaga ritme balapan. "Lorenzo itu seperti mesin. Catatan waktunya nyaris tak berubah dari lap ke lap. Dia bisa mempertahankan kecepatan yang sama dari start sampai finis. Tidak terlalu agresif di awal lalu melemah di akhir," ujar Marquez. Keunggulan ini, menurutnya, menjadi pelajaran penting tentang pentingnya konsistensi di lintasan.

Masing-masing dari mereka punya kekuatan yang berbeda. Lorenzo dengan konsistensinya, Pedrosa dengan pengereman presisi, Stoner dengan kontrol gas yang ajaib, dan Rossi yang bisa membaca balapan dengan cerdas. Saya belajar banyak dari semua rival itu.

Pelajaran dari Pedrosa dan Stoner

Marquez juga menyebut Dani Pedrosa sebagai pembalap dengan teknik pengereman paling presisi yang pernah ia lihat. "Dani bisa mengerem lebih lambat dari siapa pun tanpa kehilangan kontrol. Itu bikin dia sulit disalip di tikungan." Sementara Casey Stoner, lanjut Marquez, punya kemampuan unik mengontrol gas yang membuat motornya selalu stabil meski dalam traksi buruk.

Rossi dan Kecerdasan Membaca Balapan

Tentang Valentino Rossi, Marquez memberi pujian khusus. "Rossi adalah pembalap paling cerdas dalam membaca situasi balapan. Dia tahu kapan harus menyerang, kapan bertahan, dan bagaimana mengatur ban untuk 15 lap terakhir. Itu insting yang tidak bisa diajarkan." Rivalitas dua pembalap ini memang menjadi salah satu cerita paling panas dalam sejarah MotoGP, dan komentar Marquez kali ini menunjukkan bahwa di balik persaingan sengit, ada rasa hormat terhadap kemampuan The Doctor.

Marquez menutup dengan mengatakan bahwa keempat rival itu membentuknya menjadi pembalap seperti sekarang. "Saya tidak akan sampai di level ini tanpa belajar dari mereka, baik saat menang maupun kalah," pungkasnya. Laporan ini dikutip Beritaseputar.com dari wawancara eksklusif yang akan tayang dalam program dokumenter perjalanan karier Marc Marquez.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User