Lika-Liku Emosional Lyodra dan Amora di Balik OST Moana Live-Action

Di sebuah bilik sunyi berselimut kabel dan layar monitor, Lyodra Ginting memejamkan mata. Tangannya yang biasanya luwes bergerak mengikuti irama panggung, kali ini menggenggam erat secarik kertas liri...

Jul 12, 2026 - 11:44
0 0
Lika-Liku Emosional Lyodra dan Amora di Balik OST Moana Live-Action

Di sebuah bilik sunyi berselimut kabel dan layar monitor, Lyodra Ginting memejamkan mata. Tangannya yang biasanya luwes bergerak mengikuti irama panggung, kali ini menggenggam erat secarik kertas lirik yang sudah lusuh karena terlalu sering dibaca. Di depannya, Amora Lemos berdiri dengan postur yang mencoba tegar, namun sudut matanya berkaca-kaca. Mereka tidak sedang bersiap untuk konser megah. Mereka sedang menenangkan hati masing-masing sebelum menyanyikan satu lagu yang akan menjadi jembatan puluhan juta anak Indonesia menuju lautan lepas bernama Moana.

Disney akhirnya merilis versi live-action dari petualangan Moana, dan bersamaan dengan itu, lagu tema versi Bahasa Indonesia berjudul "Sepanjang Jalan" diperdengarkan ke publik. Yang membuatnya istimewa: lagu ini dibawakan oleh tiga kekuatan vokal berbeda—Lyodra Ginting, Amora Lemos, dan paduan suara Rian Silet Open Up. Bukan sekadar proyek rekaman, ini adalah pertemuan dua generasi penyanyi yang punya perjalanan hidup nyaris paralel: sama-sama ditempa api kompetisi, sama-sama bermimpi besar sejak kecil, dan sama-sama percaya bahwa suara adalah anugerah yang harus dijaga.

Panggilan dari Laut yang Tak Disangka

Ketika telepon dari pihak studio rekaman pertama kali masuk ke ponsel Amora, ia sedang duduk di teras rumahnya, menikmati semangkuk bubur ayam buatan ibunya. "Aku sampai hampir menjatuhkan sendok," kenang Amora sambil tertawa kecil. Putri sulung penyanyi legendaris Krisdayanti itu tidak menyangka bahwa suaranya akan terpilih untuk menghidupkan karakter yang telah menjadi ikon keberanian bagi anak-anak perempuan di seluruh dunia. Moana bukan sekadar karakter animasi; ia adalah simbol keteguhan hati, keberanian melawan arus, dan cinta pada keluarga serta tradisi. Membawakan suara Moana dalam bahasa ibu sendiri adalah tanggung jawab yang membuat malam-malam Amora dipenuhi pikiran sebelum sesi rekaman dimulai.

Bagi Lyodra, kabar ini datang di tengah jadwal yang sangat padat. Tapi begitu mendengar kata "Moana", ia langsung teringat masa kecilnya di Medan, ketika ia menonton film animasi Moana pertama kali di televisi kakeknya. "Aku ingat menangis diam-diam waktu itu," ujar Lyodra dengan suara yang melembut. "Tokoh Moana mengingatkanku pada diriku sendiri—anak perempuan yang ingin menjelajah dunia dengan suaranya, meskipun harus meninggalkan zona nyaman." Kini, lebih dari satu dekade kemudian, ia diberi kesempatan untuk benar-benar menjadi bagian dari semesta Moana. Bukan sebagai penonton, tetapi sebagai pengisi suara hati sang pelaut pemberani.

Di Dapur Rekaman: Perpaduan Dua Generasi

Sesi rekaman "Sepanjang Jalan" berlangsung dalam satu malam yang tidak akan pernah dilupakan oleh siapa pun yang hadir di studio. Di sudut ruangan berukuran 6x8 meter itu, Lyodra dan Amora duduk bersebelahan, saling memandangi lembar partitur yang sama. Usia mereka terpaut beberapa tahun, tapi di depan mikrofon, perbedaan itu melebur. Lyodra, dengan teknik vokal matang hasil belasan tahun berlatih, memberikan kekuatan dan emosi yang memenuhi setiap sudut ruangan. Sementara Amora, dengan kesegaran dan ketulusan suara remaja yang belum tersentuh sinisme, menyuntikkan kemurnian yang membuat lagu ini terasa begitu dekat di hati.

Rian Silet Open Up, paduan suara yang sudah dikenal luas di dunia maya, hadir memberikan dimensi spiritual pada lagu ini. Suara mereka yang bergemuruh di bagian tengah lagu membangun nuansa seolah-olah seluruh leluhur Moana ikut bernyanyi, memberikan restu pada perjalanan yang akan ditempuh. "Ketika suara mereka masuk di menit kedua, bulu kuduk saya langsung berdiri," kata Amora sambil mengusap lengannya sendiri, seolah merasakan kembali sensasi itu. Di bilik rekaman, air mata sempat menggenang di mata beberapa kru yang menyaksikan dari balik kaca.

Lagu sebagai Warisan untuk Generasi Baru

"Sepanjang Jalan" bukan hanya tentang petualangan Moana di lautan. Dalam versi Bahasa Indonesia, liriknya berbicara tentang pencarian jati diri yang sangat relevan bagi generasi muda Indonesia saat ini. Pesan tentang mendengarkan suara hati, tetap melangkah meskipun arah belum terlihat jelas, dan menghormati warisan sambil menciptakan jalan sendiri—semuanya dikemas dalam melodi yang membangkitkan semangat sekaligus menyentuh relung terdalam.

Bagi Lyodra, lagu ini adalah pengingat bahwa mimpi seorang anak tidak pernah hilang meskipun ia sudah berdiri di panggung-panggung bergengsi. "Setiap kali menyanyikan bagian 'ku takkan berhenti', aku seperti berbicara pada diriku yang berusia delapan tahun, yang dulu suka menyanyi di depan kaca," ungkapnya dengan senyum yang penuh arti. Sementara bagi Amora, keterlibatannya dalam proyek ini adalah bukti bahwa kerja keras dan kesabaran akan selalu menemukan jalannya sendiri. Putri dari salah satu diva Indonesia itu tidak ingin dikenal hanya karena nama ibunya—ia ingin suaranya punya cerita sendiri, dan "Sepanjang Jalan" menjadi salah satu bab penting dalam cerita itu.

Ketika lagu itu akhirnya dirilis, respons yang mengalir dari penjuru negeri sungguh di luar dugaan. Orang tua mengirimkan video anak-anak mereka ikut bernyanyi, para guru memutar lagu ini di kelas menjelang pulang, dan di media sosial, cuplikan liriknya dijadikan pegangan oleh mereka yang sedang berjuang melewati masa-masa sulit. Di balik semua itu, Lyodra dan Amora tahu bahwa mereka tidak hanya menyanyikan sebuah lagu. Mereka menyampaikan pesan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dalam bahasa yang paling dipahami hati: bahasa Indonesia, bahasa ibu, bahasa mimpi yang terus berlayar.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User