Lepas Panggung Sukses Lancar Rejeki, Bumbum Kini Fokus Pendidikan
Perpisahan yang Penuh Makna Di tengah sorot lampu berwarna-warni yang biasanya membangkitkan semangat, Minggu itu terasa berbeda. Tepukan tangan penonton yang memenuhi studio tak lagi riuh saat Bumbum...
Perpisahan yang Penuh Makna
Di tengah sorot lampu berwarna-warni yang biasanya membangkitkan semangat, Minggu itu terasa berbeda. Tepukan tangan penonton yang memenuhi studio tak lagi riuh saat Bumbum mengambil alih mikrofon. Tanggal 5 Juli 2026 menjadi titik balik bagi pria yang namanya selalu dikaitkan dengan tawa dan keceriaan. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan bahwa ini adalah penampilan terakhirnya di acara Sukses Lancar Rejeki, program yang telah membesarkan namanya. Banyak yang mengira ia akan melanjutkan kontrak baru, tetapi keputusannya sudah bulat: meninggalkan gemerlap hiburan untuk sesuatu yang lebih sunyi, namun lebih bermakna.
Bumbum telah menjadi bagian dari Sukses Lancar Rejeki selama lebih dari tujuh tahun. Bersama tim kreatif, ia menghadirkan segudang inovasi yang menjadikan acara itu sebagai primadona layar kaca. Namun di balik senyum lepas yang selalu ia sajikan, ada gejolak yang tak pernah terucap. “Saya bersyukur atas semua kesempatan ini, tapi hati saya terus memanggil untuk kembali ke akar, ke dunia yang selama ini saya rindukan: pendidikan,” katanya dengan mata berkaca-kaca. Momen itu menjadi saksi bahwa keputusan besar sering kali lahir dari keheningan batin yang panjang.
Jejak Panjang di Panggung Hiburan
Sebelum menjadi bintang, Bumbum hanyalah seorang pemuda biasa yang gemar membuat orang tertawa di lingkungan kampusnya. Bakatnya tercium oleh produser Sukses Lancar Rejeki pada 2019, saat ia menjadi relawan di sebuah acara amal. Sejak saat itu, ia melejit sebagai pembawa acara yang mampu memadukan komedi cerdas dengan empati mendalam terhadap peserta. Rating acara melonjak, dan Bumbum pun menjadi nama yang akrab di telinga publik.
Namun, ketenaran tidak membuatnya lupa diri. Di sela-sela jadwal syuting yang padat, ia kerap menyempatkan diri mengunjungi sekolah-sekolah di pinggiran kota. Tanpa liputan media, ia menghabiskan waktu bermain dan mengajar anak-anak. “Bagi saya, sorak tawa anak-anak itu adalah harta yang tak ternilai,” ungkapnya. Aktivitas sunyi itu menjadi fondasi bagi keputusan besarnya kelak.
Panggilan Pendidikan yang Mengubah Arah
Kegelisahan Bumbum mulai memuncak saat pandemi beberapa tahun lalu memaksanya melihat lebih dekat kesenjangan pendidikan di Indonesia. Ketika banyak anak kehilangan akses belajar, ia tergerak menginisiasi kelas daring sukarela. Dari situ ia menyadari bahwa mimpinya bukan sekadar menghibur, melainkan mencerdaskan. “Saya tidak bisa terus-terusan tertawa di atas panggung sementara di luar sana masih banyak yang tak bisa baca tulis dengan layak,” katanya.
Setelah pandemi berlalu, Bumbum diam-diam melanjutkan studi informal di bidang pedagogi. Ia membaca puluhan buku, berdiskusi dengan pendidik, hingga merancang modul belajar sederhana. Niatnya semakin kuat: ia ingin mendirikan yayasan pendidikan nonformal yang menjangkau daerah terpencil. Karenanya, mundur dari Sukses Lancar Rejeki adalah langkah awal untuk merealisasikannya. “Saya ingin belajar lagi, kali ini tentang negeri sendiri dan anak-anaknya yang membutuhkan guru,” tuturnya.
Mengukir Masa Depan dari Ruang Kelas Sederhana
Rencana Bumbum tidak tanggung-tanggung. Selain yayasan, ia tengah mempersiapkan program beasiswa bagi pelajar kurang mampu yang ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Ia juga berencana terjun langsung mengajar di beberapa titik di Nusa Tenggara Timur dan Papua. “Bukan sekadar memberi ikan, tapi pancing dan cara memancingnya,” ucapnya tentang filosofi pendidikannya. Bersama relawan, ia akan membangun perpustakaan mini dan pusat belajar komunitas.
Perjalanan ini tidak ia tempuh sendiri. Sejumlah rekan artis dan donatur menyatakan dukungan, bahkan beberapa di antaranya siap mendanai program awal. Manajemen Sukses Lancar Rejeki pun melepasnya dengan penuh pengertian. “Kami bangga karena Bumbum memilih jalan mulia,” ujar produser acara. Dukungan itu menjadi energi tersendiri baginya untuk melangkah mantap.
Pesan untuk Generasi Penerus
Di tengah perubahan besar ini, Bumbum menyisipkan pesan bagi generasi muda. “Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia, dan saya ingin menjadi bagian dari perubahan itu,” katanya, mengutip tokoh kenamaan. Ia berharap langkahnya menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli pada pendidikan, bukan sebagai wacana, melainkan aksi nyata. Kini, panggung hiburan kehilangan satu bintangnya, tetapi ribuan anak mungkin akan mendapatkan pelita baru dalam hidup mereka.
Kisah Bumbum menjadi pengingat bahwa popularitas bukanlah puncak segalanya. Ada kalanya seseorang harus kembali ke hakekat dirinya: memberi dan berbagi. Dari sorot lampu yang mempesona, ia melangkah ke ruang-ruang sunyi, tempat ilmu pengetahuan akan menyala dan melahirkan generasi yang lebih terang.
Baca juga:
Comments (0)