Ledakan di Toko Bangunan Purwakarta Tewaskan Seorang Warga
Suasana Jalan Raya Purwakarta-Wanayasa mendadak mencekam pada Minggu siang (12/7). Dentuman keras mengguncang kawasan permukiman yang berhimpitan dengan deretan ruko sederhana. Asap putih pekat membum...
Suasana Jalan Raya Purwakarta-Wanayasa mendadak mencekam pada Minggu siang (12/7). Dentuman keras mengguncang kawasan permukiman yang berhimpitan dengan deretan ruko sederhana. Asap putih pekat membumbung tinggi, diikuti kepanikan warga yang berlarian menjauhi sumber ledakan: sebuah toko bangunan yang sehari-hari menjadi tempat warga membeli semen, paku, dan cat.
Ketika debu mulai mereda, pemandangan mengenaskan langsung tersingkap. Dua orang tergeletak di antara puing material bangunan yang berserakan. Satu orang dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, sementara satu lainnya mengalami luka serius dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih dalam proses konfirmasi pihak kepolisian, namun sejumlah saksi menyebut keduanya adalah pekerja yang tengah beraktivitas di dalam toko.
Detik-detik yang Menggentarkan
Ade (45), seorang pedagang makanan di seberang toko, menceritakan bagaimana ia nyaris tersungkur dari kursi dagangannya. "Saya kira itu suara petasan besar atau tabung gas meledak. Tapi begitu lihat atap toko ambrol dan serpihan kayu berterbangan, saya langsung sadar ini lebih parah," ujarnya dengan nada bergetar. Ia melihat seorang pria berlumuran darah keluar dari reruntuhan dengan langkah sempoyongan sebelum akhirnya ambruk dan ditolong warga.
Saksi lain, Yanti (32), mengaku mendengar dua kali ledakan berselang beberapa detik. "Setelah ledakan pertama, sempat ada kepulan asap hitam. Lalu disusul ledakan kedua yang lebih kecil. Kami semua langsung menjauh, takut ada ledakan susulan," katanya. Yanti menggambarkan toko itu selama ini dikenal warga sebagai tempat berbelanja bahan bangunan eceran dan tidak pernah menimbulkan tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.
Kepanikan bertambah karena toko tersebut juga menyimpan tabung gas elpiji untuk dijual. Warga yang tinggal di sekitar lokasi sempat khawatir api akan merembet ke bangunan lain. Beruntung, tidak terjadi kebakaran besar. Beberapa pemuda yang tergabung dalam relawan setempat bergerak cepat memadamkan percikan api kecil menggunakan alat pemadam seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Diduga Bahan Eksplosif Tak Terduga
Kapolsek setempat, AKP Hendra Kusuma, yang berada di lokasi satu jam setelah kejadian, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyelidiki penyebab pasti ledakan. "Kami menemukan sejumlah barang yang mengarah pada indikasi bahan peledak berkekuatan rendah. Diduga bahan tersebut bukan bubuk mesiu komersial, melainkan campuran kimia sederhana yang disimpan di bagian belakang toko," jelasnya saat ditemui di sela-sela olah tempat kejadian perkara.
Keterangan itu memperkuat spekulasi awal bahwa ledakan berasal dari area penyimpanan di dalam toko. Tim gegana dan Laboratorium Forensik Mabes Polri telah dikerahkan untuk mengidentifikasi jenis bahan pemicu. Hingga petang, polisi belum bisa memastikan apakah bahan tersebut berkaitan dengan kegiatan komersial tertentu atau sekadar kelalaian penyimpanan material reaktif yang dijual di toko itu.
Tokoh masyarakat setempat, H. Rohman, mengaku terkejut mendengar temuan awal polisi. "Toko ini sudah tujuh tahun beroperasi. Pemiliknya warga sini, orangnya biasa saja. Kami tidak pernah mencium aktivitas aneh. Kalau benar ada bahan berbahaya tersimpan, itu di luar pengetahuan warga," ungkapnya. Ia berharap penyelidikan berlangsung transparan agar tidak muncul isu liar yang meresahkan.
Duka dan Dampak di Balik Puing
Sementara itu, keluarga korban yang tiba di lokasi tak kuasa menahan tangis. Seorang perempuan paruh baya yang mengaku sebagai ibu dari korban meninggal hanya bisa terduduk lemas di tepi jalan, sesekali menyebut nama anaknya lirih. Kerabat dan tetangga berusaha menenangkan, namun suasana haru nyaris tak terbendung. Korban disebut sebagai tulang punggung keluarga yang bekerja serabutan di toko tersebut.
Korban luka yang dirawat di RSUD Bayu Asih dilaporkan mengalami luka bakar dan trauma akibat benturan benda keras. Pihak rumah sakit memastikan kondisinya stabil meski masih memerlukan observasi intensif. "Kami sedang menangani pasien dengan cedera multipel. Semoga bisa segera pulih," ujar dr. Sari, dokter jaga yang menangani.
Aktivitas di sepanjang Jalan Raya Purwakarta-Wanayasa pun sempat lumpuh total. Polisi memberlakukan pengalihan arus untuk memudahkan proses evakuasi dan penyelidikan. Reruntuhan material, serpihan kaca, serta papan nama toko yang remuk masih tampak berserakan hingga menjelang malam. Garis polisi membentang mengelilingi area seluas sekitar tiga ratus meter persegi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya pengawasan penyimpanan bahan kimia, bahkan di tempat usaha yang tampak biasa. Polisi mengimbau warga segera melapor jika menemukan atau menyimpan material yang berpotensi reaktif tanpa pengamanan memadai. Penyelidikan terus berlangsung, sembari masyarakat Purwakarta menyelimuti duka satu keluarga kecil yang harus merelakan anggotanya pergi dalam sekejap di balik reruntuhan toko bangunan yang dulu hanya berisi alat pertukangan.
Baca juga:
Comments (0)