Ada kabar hangat dan positif dari balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan, Bali. Untuk memastikan kondisi fisik para penghuni lapas tetap terjaga dengan baik, pihak pengelola baru saja menggalakkan inovasi pelayanan medis bertajuk program Sambang Sehat. Melalui aksi jemput bola ini, para tim medis tidak lagi sekadar menunggu pasien di poliklinik, melainkan menyisir langsung setiap lorong dan blok hunian warga binaan.
Langkah proaktif ini mendapat sambutan luar biasa. Tercatat sebanyak 46 warga binaan langsung memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kondisi tubuh mereka di dalam kamar hunian. Selain mempermudah akses pelayanan kesehatan, program ini dirancang khusus sebagai langkah deteksi dini agar keluhan fisik yang dialami para warga binaan bisa segera ditangani sebelum memburuk.
Kronologi Pelaksanaan Program Sambang Sehat
Pelayanan medis yang mengusung konsep humanis ini dilaksanakan dengan alur yang tertata rapi agar seluruh warga binaan terlayani secara merata. Berikut adalah tahapan pelaksanaan layanan kesehatan langsung di lokasi:
- Penyisiran Blok Hunian: Tim medis Lapas Tabanan bergerak mendatangi satu per satu kamar warga binaan untuk menyapa serta menanyakan kondisi fisik mereka secara langsung.
- Pemeriksaan Fisik Dasar: Petugas melakukan pemeriksaan vital seperti tekanan darah, suhu tubuh, hingga konsultasi keluhan kesehatan ringan secara teratur.
- Penanganan Medikasi Cepat: Keluhan kesehatan yang ditemukan langsung diberikan obat-obatan yang sesuai, sementara kasus yang membutuhkan tindakan intensif didata untuk rujukan lebih lanjut.
- Pemberian Edukasi Kesehatan: Di sela-sela pemeriksaan, petugas memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di dalam kamar.
Komitmen Manajemen Lapas Tabanan dalam Pelayanan Optimal
Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, menegaskan bahwa pemenuhan hak pelayanan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama instansinya dalam membina warga binaan. Menurutnya, keterbatasan ruang gerak tidak boleh menjadi penghalang bagi penghuni lapas untuk mendapatkan penanganan medis yang layak.
"Melalui Sambang Sehat, kami ingin memastikan layanan kesehatan dapat menjangkau seluruh warga binaan secara optimal. Kehadiran petugas kesehatan secara langsung di blok hunian merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan berkesinambungan," ungkap Basuki Raharjo saat menerangkan keunggulan program ini.
Pendekatan langsung ke lapangan ini dinilai mampu memangkas kendala birokrasi dan kekhawatiran warga binaan yang sering kali ragu melaporkan kondisi kesehatannya secara resmi ke poliklinik lapas.
Deteksi Dini dan Respon Antusias Warga Binaan
Hal senada disampaikan oleh Kepala Sub Seksi Perawatan Lapas Tabanan, Komang Werdi. Ia menjelaskan bahwa metode jemput bola ini memungkinkan jajarannya memantau secara mendalam perkembangan rekam medis penghuni lapas dari jarak dekat.
"Dengan pelayanan yang hadir langsung ke blok hunian, berbagai keluhan kesehatan dapat diketahui lebih cepat sehingga tindak lanjut yang diperlukan dapat segera diberikan. Kami juga terus mengedukasi mereka agar selalu menjaga gaya hidup sehat di dalam ruangan," tutur Komang Werdi.
Inovasi ini tentu membawa kebahagiaan tersendiri bagi para warga binaan. Salah seorang penghuni lapas bernama Ateng mengaku sangat terbantu dengan hadirnya tim medis yang mendatangi lorong blok hunian mereka.
"Kami tidak perlu menunggu lama untuk menyampaikan keluhan kesehatan. Petugas datang langsung ke blok sehingga pemeriksaan menjadi lebih mudah dan kami merasa lebih diperhatikan," ujar Ateng penuh rasa syukur.
Dengan bergulirnya program Sambang Sehat secara rutin, Lapas Tabanan berharap dapat terus menciptakan lingkungan hunian pemasyarakatan yang sehat, higienis, serta kondusif bagi proses pembinaan para warga binaan.
Comments (0)