Suasana haru menyeruak di tengah pendar cahaya lilin yang temaram ketika belasan wartawan dari pelbagai lintas media berkumpul di Bali. Duduk melingkar sembari menggenggam harapan, para insan pers ini menyatukan jiwa demi mengirimkan doa terbaik untuk lima rekan jurnalis dan tiga awak kapal yang dinyatakan hilang saat bertugas meliput di perairan Selat Sunda. Aksi solidaritas yang diwarnai nyala lilin dan pembentangan spanduk harapan tersebut menjadi bukti betapa eratnya rasa persaudaraan sesama jurnalis, terlepas dari perbedaan latar belakang media maupun keyakinan.
Dalam helatan yang penuh khidmat ini, untaian doa dipanjatkan secara bergiliran menurut tata cara empat agama utama, yakni Hindu, Kristen Protestan, Katolik, hingga Islam. Kerukunan dan rasa kemanusiaan membuncah ketika kata-kata kebaikan melintasi batas-batas dogmatis. Rasa empati kian membuncah sewaktu penyair Pranita Dewi bersama Moch Satrio Welang mengumandangkan bait-bait puisi yang menggetarkan sukma, menyuarakan kerinduan sekaligus keteguhan hati agar seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Kemanusiaan dan Solidaritas Lintas Organisasi Pers
Aksi doa bersama ini digagas secara spontan namun penuh kesiapan oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Denpasar. Inisiatif mulia tersebut langsung mendapat simpati luar biasa dan diikuti oleh deretan organisasi profesi pers ternama di Pulau Dewata. Terlihat perwakilan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali, PFI Bali, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Ikatan Komunitas Penulis NTT (Pena NTT), serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali berdiri saling bahu-membahu.
Dedikasi Jurnalis Visual dan Tuntutan Logika Gambar
Musibah kelam ini menimpa lima orang wartawan yang empat di antaranya merupakan anggota aktif PFI dari wilayah Tangerang, Jakarta, dan Banten, serta seorang videografer profesional. Keberadaan mereka di area berisiko tinggi perairan Selat Sunda bukan tanpa alasan kuat. Ketua PFI Denpasar, Dicky Bisinglasi, menjelaskan bahwa tuntutan kerja jurnalis visual jauh berbeda dibanding jurnalis teks. Jurnalis foto dan video terikat pada prinsip logika visual yang mengharuskan mereka berada sedekat mungkin dengan sumber peristiwa demi mengabadikan fakta secara valid.
"Misalkan beritanya adalah erupsi Gunung Anak Krakatau, maka logika visualnya pasti harus dapat minimal gunungnya. Atau kalau lebih lengkap lagi bisa dapat visual erupsi gunungnya," ungkap Dicky Bisinglasi saat memberikan keterangan.
Risiko tinggi inilah yang terpaksa diambil oleh para pemburu gambar tersebut demi menyajikan berita yang jujur dan aktual kepada publik. Namun nahas, saat menjalankan tugas mulia membidik momen alam tersebut, perahu yang mereka tumpangi mengalami musibah hingga dinyatakan hilang kontak bersama tiga awak kapal.
Berpacu dengan Waktu Operasi SAR
Upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) kini telah menginjak hari kelima sejak para korban dinyatakan hilang. Berdasarkan regulasi resmi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, durasi standar pelaksanaan operasi SAR ditetapkan selama tujuh hari. Kondisi ini membuat insan pers Bali menaruh harapan sangat besar agar tim SAR gabungan dapat mengoptimalkan sisa waktu yang ada sebelum batas pencarian berakhir.
Berikut adalah ringkasan data terkini terkait insiden hilangnya jurnalis di Selat Sunda:
| Parameter | Keterangan Resmi |
|---|---|
| Lokasi Kejadian | Perairan Selat Sunda |
| Jumlah Korban Hilang | 8 Orang (5 Jurnalis, 3 Awak Kapal) |
| Asal Anggota PFI | Tangerang, Jakarta, dan Banten |
| Status Operasi SAR | Hari ke-5 (Batas Standar 7 Hari) |
| Landasan Hukum SAR | UU Nomor 29 Tahun 2014 |
Seluruh komunitas pers berharap keajaiban masih memihak kepada para rekan sejawat yang hilang. Doa-doa yang terpanjatkan dari Bali diharapkan menjadi dorongan moral bagi tim penyelamat yang terus bertaruh nyawa di tengah gelombang Selat Sunda. "Karena ini hari kelima, sekiranya operasi SAR tidak diperpanjang pada hari ke-7, kami semua berharap agar besok pada hari ke-7 bisa ditemukan atau bisa ada hasil yang lebih baik dengan doa-doa yang kita panjatkan," pungkas Dicky dengan raut wajah penuh kesedihan namun tetap memelihara asa.
Comments (0)