Sep 18, 2026
Bali

Kemenag Gianyar Bekali Calon Pengantin Nilai Agama dan Kesehatan Fisik

GIANYAR — Mempersiapkan pernikahan bukan sekadar urusan menggelar pesta atau mengurus administrasi semata. Membangun biduk rumah tangga membutuhkan fondasi

Kemenag Gianyar Bekali Calon Pengantin Nilai Agama dan Kesehatan Fisik

GIANYAR — Mempersiapkan pernikahan bukan sekadar urusan menggelar pesta atau mengurus administrasi semata. Membangun biduk rumah tangga membutuhkan fondasi yang kokoh, baik dari sisi spiritual maupun kesiapan raga. Menyadari hal tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar kembali menggelar program pembinaan terpadu bagi para calon pengantin (catin) di Desa Guwang, Gianyar.

Kegiatan yang diinisiasi oleh duet Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, Dewa Nyoman Arsana dan Ari Mas Triya Sista, ini menggandeng kader kesehatan serta kader Posyandu desa setempat. Kolaborasi ini dihadirkan demi mencetak pasangan yang siap lahir dan batin menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga.

Kronologi dan Alur Pembinaan Calon Pengantin

Pelaksanaan pembinaan catin ini dirancang sistematis agar para peserta mendapatkan wawasan menyeluruh. Berikut tahapan yang dijalani para calon mempelai selama kegiatan:

  1. Sesi Penguatan Spiritual dan Konsep Perkawinan Hindu: Penyuluh agama membuka sesi dengan memberikan pemahaman mendalam terkait makna ikatan suci (Wiwaha) dalam ajaran Hindu, hak dan kewajiban suami istri, hingga penerapan dharma dalam keluarga.
  2. Sesi Konseling Komunikasi dan Ketahanan Keluarga: Calon pengantin diajak berdialog mengenai pentingnya komunikasi dua arah yang terbuka untuk mencegah konflik domestik.
  3. Pemeriksaan Kesehatan Medis (Skrining Fisik): Bersama petugas Posyandu dan kader kesehatan, setiap individu menjalani rangkaian tes fisik guna memastikan kondisi kebugaran dan kesiapan reproduksi.

Menanamkan Nilai Dharma Sebagai Pondasi Rumah Tangga

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, Dewa Nyoman Arsana, menegaskan bahwa pemahaman agama merupakan benteng utama saat badai kehidupan perkawinan datang. Dalam ajaran Hindu, jenjang berumah tangga (Grehasta Asrama) adalah fase mulia yang sarat tanggung jawab moral dan spiritual.

“Perkawinan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga merupakan ikatan suci yang memiliki tujuan mulia. Karena itu, calon pengantin perlu memahami nilai-nilai agama sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan berumah tangga,” tegas Dewa Nyoman Arsana.

Melalui pembekalan ini, para calon pengantin diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kebajikan, saling menghormati peran masing-masing, serta memupuk rasa saling percaya sebelum mengucap janji suci di hadapan saksi dan Sang Hyang Widhi Wasa.

Skrining Kesehatan Fisik: Deteksi Dini Kebugaran Calon Pasutri

Tidak hanya membekali sisi mental dan rohani, program ini menaruh perhatian besar pada aspek kesehatan fisik calon pengantin. Kemenag Gianyar menilai kesiapan fisik calon ibu dan calon ayah berdampak langsung pada kualitas generasi penerus keluarga di masa depan.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi beberapa indikator penting, di antaranya:

  • Pengukuran Antropometri: Penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk memantau status gizi calon ibu.
  • Pemeriksaan Tanda Vital: Pengukuran tekanan darah guna mengantisipasi risiko hipertensi.
  • Pemeriksaan Laboratorium Sederhana: Pengecekan kadar gula darah dan Hemoglobin (HB) untuk mendeteksi potensi anemia sejak dini.

Langkah skrining ini sangat krusial, terutama untuk mencegah risiko stunting dan komplikasi saat masa kehamilan kelak. Dengan kesiapan holistik yang mencakup spiritual, mental, dan fisik, para calon pengantin di Kabupaten Gianyar diharapkan dapat mewujudkan keluarga yang harmonis, bahagia, dan berdaya saing tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User