Langit Bandung siang itu cerah, namun di dalam sebuah ruang kreatif di
Lebih dari Sekadar Hobi, Sebuah Pengenalan Budaya Bagi sebagian orang, modifikasi mobil mungkin identik dengan dunia dewasa—teknis, mahal, dan kadang diang
Lebih dari Sekadar Hobi, Sebuah Pengenalan Budaya
Bagi sebagian orang, modifikasi mobil mungkin identik dengan dunia dewasa—teknis, mahal, dan kadang dianggap ekstrem. Namun, IMX Junior Academy hadir membalikkan persepsi itu. Program ini dirancang khusus untuk anak-anak, mengemas pengetahuan otomotif dalam aktivitas yang seru dan mudah dicerna. Mulai dari mengenal bagian-bagian mobil, memahami proses modifikasi yang aman, hingga mewarnai sketsa mobil impian mereka.
Donny, salah satu instruktur yang siang itu memandu anak-anak, tersenyum melihat peserta memegang kunci pas mini. “Kami tidak mengajari mereka membongkar mesin sungguhan, tentu saja,” katanya terkekeh. Tapi kami ingin menanamkan benih apresiasi.
“Anak-anak ini luar biasa. Mereka bertanya, ‘Kenapa mobil ini punya sayap?’, ‘Kenapa velgnya bisa berputar cepat?’ Dari situ kami jelaskan fungsi aerodinamika dengan bahasa sederhana. Ini tentang menumbuhkan rasa ingin tahu,” ujar Donny.
Antusiasme Orang Tua yang Tak Terduga
Di sudut ruangan, Nisa—seorang ibu dua anak—mengamati putranya yang baru berusia delapan tahun tengah serius mewarnai desain mobil balap. “Saya pikir anak-anak hanya suka mobil-mobilan. Ternyata dia penasaran bagaimana mobil dibuat keren. Sejak ikut ini, dia jadi rajin bertanya soal bentuk bodi, warna, bahkan suara mesin,” cerita Nisa, matanya berbinar.
Bukan hanya anak-anak yang menikmati. Para orang tua tampak tak kalah antusias. Banyak dari mereka yang mengaku baru mengetahui bahwa modifikasi mobil bisa menjadi sarana edukasi kreatif. Kelas ini menjadi ruang kolaborasi antara orang tua dan anak: menyamakan imajinasi, menuangkannya dalam sketsa dan maket sederhana, lalu mempresentasikannya dengan penuh bangga.
Sementara itu, Adit—ayah dari peserta berusia 10 tahun—melihat hal ini sebagai investasi karakter. “Saya senang karena anak saya belajar proses. Tidak instan. Dia paham bahwa untuk membuat sesuatu jadi bagus itu butuh langkah-langkah, seperti memodifikasi mobil,” tuturnya.
“Car Culture” Menyentuh Generasi Alpha
IMX Junior Academy sejatinya adalah langkah awal dari gerakan yang lebih besar: mengenalkan car culture kepada generasi muda sejak dini. Di tengah gempuran hiburan digital, aktivitas ini mencoba menawarkan keseimbangan—mengajak anak-anak kembali ke eksplorasi fisik dan kreativitas taktil.
Di salah satu sesi, anak-anak diajak membangun mobil mini dari bahan daur ulang. Mereka memilih roda dari tutup botol, badan dari kardus, lalu menghiasnya dengan stiker. Meski sederhana, mata mereka berkilat seperti insinyur cilik yang tengah merancang prototipe.
“Siapa tahu, dari sini lahir desainer modifikasi masa depan, atau setidaknya anak-anak yang tumbuh dengan kecintaan pada proses kreatif,” kata Shinta, koordinator program, sambil membantu seorang peserta menempelkan spoiler kertas.
Di penghujung acara, setiap anak memamerkan karya mereka di atas meja pamer kecil. Beberapa orang tua sengaja merekam momen itu dengan ponsel, sementara yang lain memberikan pelukan bangga. Lebih dari sekadar mengisi liburan, kelas ini meninggalkan jejak rasa ingin tahu yang mungkin akan mewarnai mimpi-mimpi kecil mereka di masa depan.
Dengan keberhasilan sesi perdana ini, IMX Junior Academy berencana mengadakan program serupa secara rutin. Bukan tidak mungkin, kelas modifikasi mobil akan menjadi tren baru dalam daftar kegiatan liburan anak di kota-kota lain. Pada akhirnya, mobil hanyalah medium; yang sesungguhnya menyala adalah imajinasi anak-anak yang kini punya ruang untuk tumbuh.
Comments (0)