Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Kunjungi Pacitan, Ibas Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Gerakan Bersama

Pacitan, Beritaseputar.com – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, menekankan pentingnya pengelolaan sampah sebagai sebuah gerakan kolektif yang melibatkan seluruh el

Jul 06, 2026 - 12:55
0 1
Kunjungi Pacitan, Ibas Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Gerakan Bersama

Pacitan, Beritaseputar.com – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, menekankan pentingnya pengelolaan sampah sebagai sebuah gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dalam kunjungannya ke Pacitan, Jawa Timur, Ibas menyaksikan langsung inisiatif warga mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis.

Menurut Ibas, persoalan sampah bukan lagi sekadar isu kebersihan lingkungan. Lebih dari itu, pengelolaan sampah yang baik dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. "Sampah yang dikelola dengan benar mampu memberikan manfaat ganda: melestarikan lingkungan dan menciptakan peluang ekonomi baru," ujarnya.

"Ini bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi tentang membangun kesadaran bersama bahwa sampah adalah sumber daya. Jika dikelola dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan, kita bisa menciptakan ekosistem yang berkelanjutan," kata Ibas di hadapan warga.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII, Ibas mengapresiasi langkah masyarakat Pacitan yang secara swadaya mengumpulkan, memilah, dan mendaur ulang sampah organik maupun anorganik. Produk-produk seperti kompos, kerajinan tangan dari plastik, hingga bahan bakar alternatif berhasil dihasilkan dari tangan-tangan kreatif warga.

Ia menegaskan, gerakan ini harus diperluas dan direplikasi di daerah lain. Pemerintah daerah dan pusat, menurutnya, perlu memberikan dukungan penuh melalui kebijakan, pendanaan, serta pendampingan teknis agar inisiatif masyarakat tidak berhenti di tengah jalan. "Kolaborasi adalah kunci. Tidak bisa pemerintah sendiri, tidak bisa masyarakat saja. Butuh sinergi," tegas Ibas.

Edukasi dan Perubahan Pola Pikir

Dalam kesempatan itu, Ibas juga menyoroti pentingnya edukasi tentang pemilahan sampah sejak dini. Menurutnya, perubahan pola pikir bahwa sampah adalah musuh harus diganti dengan pandangan bahwa sampah adalah berkah jika diolah dengan baik. "Kita perlu menanamkan budaya peduli lingkungan di sekolah-sekolah, di rumah-rumah, agar anak cucu kita bisa menikmati lingkungan yang lebih baik," katanya.

Kunjungan ini juga menjadi ajang dialog antara Ibas dan para pegiat lingkungan setempat. Mereka berbagi pengalaman tentang tantangan yang dihadapi, mulai dari minimnya fasilitas pengolahan hingga rendahnya harga jual produk daur ulang. Ibas berjanji akan membawa aspirasi tersebut ke tingkat nasional agar ada solusi yang lebih konkret.

Laporan dari Pacitan, upaya warga setempat dalam mengelola sampah telah berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga. Salah seorang warga, Sri, mengaku bisa mendapatkan tambahan penghasilan hingga ratusan ribu rupiah per bulan dari menjual hasil daur ulang. "Awalnya hanya ingin lingkungan bersih, ternyata bisa jadi duit juga," ujarnya.

Ibas menutup kunjungannya dengan pesan optimistis. Ia meyakini bahwa jika setiap individu memiliki kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah, maka persoalan limbah nasional dapat teratasi secara bertahap. "Mari kita jadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama, demi masa depan yang lebih bersih, sehat, dan sejahtera," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User