Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Kronologi Pemukulan di Jagakarsa Berawal dari Senggolan di Jalan

JAKARTA — Aparat Kepolisian Sektor Jagakarsa mengungkap motif di balik aksi kekerasan yang dilakukan oleh seorang pengendara sepeda motor Kawasaki Ninja terhadap pengendara lain di kawasan Jagakars

Jul 08, 2026 - 04:49
0 1
Kronologi Pemukulan di Jagakarsa Berawal dari Senggolan di Jalan

JAKARTA — Aparat Kepolisian Sektor Jagakarsa mengungkap motif di balik aksi kekerasan yang dilakukan oleh seorang pengendara sepeda motor Kawasaki Ninja terhadap pengendara lain di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku yang diketahui berinisial FRS (37) nekat memukul korban lantaran tidak terima mendapat teguran setelah beberapa kali menabrak kendaraan korban dari arah belakang.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, peristiwa ini bermula saat sepeda motor yang dikendarai korban melaju di ruas jalan di wilayah Jagakarsa. Tiba-tiba, spakbor bagian belakang motornya terasa ditabrak secara beruntun oleh kendaraan yang berada tepat di belakangnya, yakni sepeda motor Kawasaki Ninja yang dikemudikan oleh FRS. Merasa terganggu dan berpotensi membahayakan, korban pun mencoba menegur pelaku secara langsung.

Namun, teguran tersebut rupanya tak diterima dengan baik. Alih-alih meminta maaf atau mengklarifikasi, FRS justru merespons dengan tindakan agresif. Setelah menerima teguran, pelaku langsung melayangkan pukulan kepada korban di tempat kejadian. Aksi ini sontak mengundang perhatian dan menjadi viral di media sosial dengan julukan "Bang Jago" bagi sang pelaku.

"Pelaku melakukan perbuatan tersebut karena awalnya sepeda motor yang dikendarai oleh korban, spakbor belakang terasa ditabrak beberapa kali dari belakang oleh sepeda motor yang dikendarai oleh pelaku," ujar Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi pada Senin (6/7/2026). "Kemudian korban menegur langsung pelaku. Usai ditegur, pelaku langsung melakukan pemukulan terhadap korban," lanjutnya.

Kapolsek menambahkan, pihaknya saat ini terus mendalami peristiwa tersebut untuk memastikan ada tidaknya unsur pelanggaran lalu lintas lain yang turut memicu ketegangan di antara kedua belah pihak. Selain itu, penyidik juga sedang mengumpulkan barang bukti serta memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi saat insiden berlangsung untuk memperkuat proses hukum yang tengah berjalan.

Kasus ini menjadi salah satu contoh bagaimana emosi di jalan raya dapat dengan mudah tersulut jika tidak dikendalikan. Para pengendara diimbau untuk selalu bersikap tenang dan mengutamakan komunikasi yang baik ketika menghadapi situasi tak terduga di jalan. Tindakan main hakim sendiri seperti yang dilakukan pelaku justru akan berakibat hukum yang merugikan diri sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan memastikan bahwa proses penegakan hukum akan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku demi memberikan keadilan bagi korban serta menjaga ketertiban di wilayah Jakarta Selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User