Kronologi dan Klarifikasi Pemprov Kepri soal Kontingen Pesparawi yang Terdampar di Soetta
Insiden kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kepulauan Riau yang menyanyikan lagu rohani di terminal Bandara Soekarno-Hatta pada akhir pekan lalu memicu beragam reaksi publik. Kejad
Insiden kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kepulauan Riau yang menyanyikan lagu rohani di terminal Bandara Soekarno-Hatta pada akhir pekan lalu memicu beragam reaksi publik. Kejadian itu bukanlah aksi spontan biasa, melainkan puncak dari kegagalan keberangkatan puluhan peserta menuju ajang nasional di Manokwari, Papua Barat. Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akhirnya buka suara untuk menjernihkan persepsi yang berkembang.
Aliran Dana Hibah Telah Disiapkan
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau, Hendri Kurniadi, memberikan klarifikasi resmi terkait polemik dana yang dianggap menjadi biang kelalaian. Ia menegaskan, pemerintah daerah sejatinya telah mengalokasikan dukungan finansial bagi kontingen jauh-jauh hari. Angka yang disebutkan pun cukup besar, mencapai Rp 1,4 miliar, disalurkan melalui mekanisme hibah yang dikelola oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
"Sepanjang yang saya tahu, informasi dari Biro Kesra dan Pak Gubernur, ada bantuan sekitar Rp 1,4 miliar yang diberikan kepada organisasi Pesparawi," ujar Hendri dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (29/6).
Pernyataan itu sekaligus membantah spekulasi bahwa Pemprov lepas tangan terhadap partisipasi daerah. Menurut Hendri, komunikasi intensif antara biro teknis dengan pihak penyelenggara sudah berjalan. Persoalannya terletak pada titik distribusi dana yang diduga tidak sampai tepat waktu sehingga menghambat urusan pembelian tiket dan logistik rombongan.
Kronologi Singkat di Bandara Soetta
Seperti diketahui, para peserta yang sebagian besar merupakan utusan gereja ini terpaksa menginap di area publik bandara lantaran jadwal penerbangan ke Papua Barat meleset tanpa kejelasan. Dalam kebingungan, mereka mengisi waktu dengan menyanyikan lagu pujian, yang kemudian viral di media sosial. Video amatir yang beredar menggambarkan suasana haru sekaligus kecewa karena mimpi berlomba di panggung nasional nyaris pupus.
Sumber internal di lingkungan organisasi Pesparawi Kepri mengungkapkan bahwa kendala teknis di lapangan sebetulnya bisa dihindari jika sinkronisasi antara penyaluran hibah dan pemesanan tiket berlangsung mulus. Bahkan, sejumlah peserta yang sudah lama mempersiapkan diri merasa dirugikan secara moral.
Pemprov menambahkan, evaluasi menyeluruh bakal dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Penjelasan ini diharapkan mampu meredakan tudingan publik sembari membuka jalur komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan kegiatan keagamaan.
Comments (0)