Kota Cilegon Merosot ke Peringkat 5 MTQ Banten 2026

BANTENRAYA.COM — Posisi Kota Cilegon dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Banten 2026 merosot ke peringkat 5. Penurunan ini menja

Jul 12, 2026 - 22:13
0 0

BANTENRAYA.COM — Posisi Kota Cilegon dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Banten 2026 merosot ke peringkat 5. Penurunan ini menjadi sorotan setelah pada MTQ Banten 2025, Kota Cilegon berhasil menduduki peringkat ke-4.

Berdasarkan hasil akhir yang dirilis panitia, Kabupaten Tangerang berhasil menjadi juara umum dengan raihan 759 poin. Disusul Kota Tangerang di peringkat kedua dengan 614 poin, Kabupaten Serang di peringkat ketiga (549 poin), Kota Tangerang Selatan keempat (542 poin), dan Kota Cilegon di posisi kelima dengan 199 poin. Sementara itu, Kabupaten Lebak, Kota Serang, dan Kabupaten Pandeglang masing-masing berada di urutan keenam (123 poin), ketujuh (90 poin), dan kedelapan (63 poin).

Andalkan Talenta Lokal

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kota Cilegon, Rahmatullah, mengonfirmasi penurunan peringkat ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota telah berupaya maksimal, terutama dalam pembinaan kafilah. Namun, ia mengakui bahwa kafilah yang dikirim seluruhnya merupakan talenta lokal binaan Lembaga Pembinaan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Cilegon, tanpa merekrut peserta dari luar daerah.

"Yah, kami di peringkat kelima, di bawah Tangerang Raya dan Kabupaten Serang. Kami sudah berupaya maksimal. Bahkan, dalam pembinaan juga menghadirkan narasumber lokal, provinsi, dan nasional," ujar Rahmatullah.

Keputusan untuk mengandalkan sepenuhnya pada putra-putri daerah asli Cilegon menjadi strategi yang diambil LPTQ setempat. Meski berisiko pada perolehan medali, langkah ini diyakini sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak qari dan qariah berkualitas yang lahir dari pembinaan mandiri.

Pembinaan intensif telah dilakukan selama beberapa bulan menjelang lomba. Para peserta menerima pelatihan dari para ahli, mulai dari teknik tilawah, tajwid, hingga fashahah. Namun, persaingan dengan daerah-daerah yang lebih mapan dalam tradisi MTQ, seperti Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, terbukti masih timpang.

Evaluasi dan Strategi Baru

Meski hanya meraih 199 poin, Rahmatullah tetap mengapresiasi perjuangan para kafilah. Ia menyebut bahwa nilai tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten. "Ini adalah bagian dari proses. Kami tidak ingin instan dengan mengambil peserta dari luar. Kami ingin membuktikan bahwa talenta lokal Cilegon juga mampu bersaing," tambahnya.

Untuk MTQ mendatang, LPTQ Kota Cilegon berencana memperluas jaringan pembinaan dengan menggandeng pesantren dan TPQ unggulan di seluruh wilayah Cilegon. Selain itu, peningkatan frekuensi pelatihan dan kompetisi internal akan digencarkan.

Di sisi lain, pengamat pendidikan Islam setempat menilai bahwa Cilegon perlu belajar dari daerah-daerah yang konsisten berprestasi. Kabupaten Tangerang, misalnya, telah lama membina kafilahnya melalui sistem kaderisasi di pondok pesantren, sehingga setiap tahun selalu melahirkan talenta berkualitas. Kota Cilegon diharapkan mampu membangun ekosistem serupa.

Prestasi MTQ tidak hanya soal medali, tetapi juga indikator sejauh mana pembinaan Al-Quran berjalan di masyarakat. Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen menjadikan MTQ sebagai ajang evaluasi, bukan sekadar kompetisi.

Dengan kesadaran akan kekuatan dan kelemahan, Cilegon optimistis mampu memperbaiki posisi pada MTQ Banten 2027. Kafilah muda yang saat ini berlaga diharapkan menjadi fondasi kejayaan di masa depan.

[SOCIAL_TWEET]: Cilegon turun ke peringkat 5 di #MTQBanten2026 dengan 199 poin, kalah dari Tangerang Raya. Andalkan talenta lokal, Pemkot janji perbaiki pembinaan. #Cilegon #MTQ [SOCIAL_TG]: 🕌 *Cilegon Merosot ke-5 di MTQ Banten*: Andalkan talenta lokal, hanya raih 199 poin. Kabupaten Tangerang juara umum. Selengkapnya: baca artikel kami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User