Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Naik Jadi 2.954 Orang
Caracas - Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Minggu (5/7/2026), angka kematian resmi yang dirilis pemerintah mencapai 2.9
Caracas - Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Minggu (5/7/2026), angka kematian resmi yang dirilis pemerintah mencapai 2.954 jiwa.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, angka tersebut mengalami lonjakan lebih dari 300 jiwa dibandingkan data yang dirilis pada Jumat (3/7) lalu. Selain korban tewas, lebih dari 16.000 orang tercatat mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan pascagempa kembar yang melanda negara Amerika Latin itu.
Bencana yang terjadi pada 24 Juni ini juga meruntuhkan banyak bangunan dan menyebabkan ribuan orang masih dinyatakan hilang.
Gempa kembar yang mengguncang Venezuela pada akhir Juni lalu menjadi salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Getaran kuat tidak hanya meratakan bangunan-bangunan di pusat kota, tetapi juga memicu tanah longsor di sejumlah wilayah perbukitan yang mempersulit proses evakuasi dan pencarian korban.
Tim penyelamat dari berbagai lembaga kemanusiaan masih terus berupaya mencari ribuan orang yang dilaporkan hilang di bawah reruntuhan bangunan. Namun, upaya mereka terkendala oleh infrastruktur yang rusak parah serta cuaca yang tidak menentu. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan bantuan internasional dari sejumlah negara sahabat.
Pemerintah Venezuela melalui badan penanggulangan bencana nasional terus memperbarui data korban secara berkala. Pihak berwenang mengimbau warga yang masih berada di pengungsian untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
Di sisi lain, penanganan bencana ini mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan. Presiden Venezuela sebelumnya telah memberikan pernyataan resmi yang membantah tudingan bahwa pemerintah lambat dalam merespons bencana besar tersebut.
Masyarakat internasional terus mengirimkan bantuan logistik, obat-obatan, dan tim medis untuk membantu para korban yang membutuhkan perawatan darurat. Palang Merah Internasional dan sejumlah organisasi kemanusiaan lainnya turut dikerahkan untuk meringankan beban para korban yang selamat dari tragedi ini. Hingga kini, Venezuela masih berada dalam masa tanggap darurat nasional pascagempa dahsyat yang meluluhlantakkan sebagian wilayah negaranya.
Comments (0)