Ketombe Kembali Serang Kulit Kepala Akibat Perawatan Salah

Jakarta — Ketombe yang sering kambuh menjadi keluhan utama bagi banyak orang Indonesia. Penelitian terbaru dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia m

Jul 14, 2026 - 01:50
0 1
Ketombe Kembali Serang Kulit Kepala Akibat Perawatan Salah

Jakarta — Ketombe yang sering kambuh menjadi keluhan utama bagi banyak orang Indonesia. Penelitian terbaru dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengungkap bahwa 65 persen penderita ketombe mengalami kekambuhan dalam waktu enam bulan pasca pengobatan karena kesalahan perawatan rutin.

Penyebab Utama Kekambuhan Ketombe

Menurut Dr. Andi Wijaya, Sp.KK, ahli kulit dan kelamin dari RSUP Cipto Mangunkusumo, ketombe bukan sekadar masalah estetika melainkan indikator ketidakseimbangan mikrobiom kulit kepala. "Jamur Malassezia hidup secara alami di kulit kepala semua orang. Masalah muncul ketika produksi sebum berlebihan atau pH kulit kepala bergeser, menciptakan lingkungan ideal untuk jamur berkembang biak," ujarnya saat dihubungi Rabu (15/1).

"Banyak pasien berhenti menggunakan sampo antiketombe begitu gejala mereda, padahal perawatan maintenance tetap diperlukan dua kali seminggu."

— Dr. Andi Wijaya, Sp.KK

Kesalahan Perawatan yang Sering Dilakukan

  • Mencuci rambut terlalu jarang — mengakumulasi sebum dan sel kulit mati
  • Menggosok kulit kepala terlalu keras — melukai lapisan pelindung dan memicu peradangan
  • Menggunakan air terlalu panas — mengeringkan kulit kepala dan memicu produksi minyak kompensatori
  • Sering berganti-ganti sampo — tidak memberi waktu bagi bahan aktif bekerja optimal
  • Mengabaikan kondisi stres dan pola makan — keduanya memengaruhi produksi sebum dan sistem imun

Pola Perawatan yang Direkomendasikan

Dermatolog merekomendasikan pendekatan bertahap: fase intensif (2-4 minggu pemakaian rutin sampo antiketombe dengan zinc pyrithione, ketoconazole, atau selenium sulfide), diikuti fase maintenance (1-2 kali seminggu selamanya). Dr. Andi menambahkan, "Pemilihan sampo harus disesuaikan tipe kulit kepala — berminyak, kering, atau sensitif. Konsultasi ke dokter kulit tetap prioritas jika ketombe disertai gatal berlebihan, meradang, atau rambut rontok."

Survei Asosiasi Dermatologi Indonesia (2024) menunjukkan hanya 23 persen penderita yang berkonsultasi ke ahli, sisanya mengandalkan produk bebas beli atau warisan turun-temurun. Hal ini memperparah risiko dermatitis seboroik kronis yang memerlukan pengobatan medis lebih lanjut.

Gaya Hidup Pendukung

Aspek gaya hidik tak kalah penting. Tidur cukup 7-8 jam, mengurangi makanan tinggi gula dan lemak jenuh, serta mengelola stres melalui olahraga atau meditasi terbukti menurunkan kekambuhan hingga 40 persen berdasarkan studi kohort 2023. Hidrasi memadai (2-3 liter air per hari) juga menjaga fungsi barrier kulit kepala.

"Ketombe tidak bisa 'disembuhkan' sekali untuk selamanya karena jamur Malassezia adalah komensal normal. Kunci adalah manajemen jangka panjang, bukan pencarian solusi instan," tegas Dr. Andi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User