Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Akibat Serangan Penyakit, dari Heat Stroke hingga TBC

Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) akhirnya buka suara terkait meninggalnya lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih

Jul 07, 2026 - 23:38
0 0
Kemhan Ungkap 5 Peserta SPPI Meninggal Akibat Serangan Penyakit, dari Heat Stroke hingga TBC

Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) akhirnya buka suara terkait meninggalnya lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Berdasarkan penelusuran internal, kelimanya wafat bukan karena kelalaian prosedur, melainkan akibat serangan penyakit yang bervariasi mulai dari heat stroke hingga tuberkulosis (TBC).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, dalam jumpa pers di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026), menjelaskan bahwa seluruh peserta sudah mendapat penanganan medis maksimal, baik di fasilitas kesehatan di satuan pendidikan maupun setelah dirujuk ke rumah sakit besar. “Kelima peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi medis yang berbeda-beda. Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, baik di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan,” ujar Ketut, menegaskan tidak ada indikasi malapraktik atau pelanggaran standar operasional.

Rincian Medis dan Penanganan Darurat

Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritaseputar.com, penyebab kematian para peserta meliputi heat stroke akibat aktivitas fisik berat di tengah cuaca ekstrem, infeksi saluran pernapasan yang berujung TBC, serta beberapa komorbiditas bawaan yang baru terdeteksi saat mereka menjalani pelatihan. Kemhan menyatakan bahwa sebelum dinyatakan layak mengikuti program, semua peserta telah menjalani skrining kesehatan awal. Namun, sejumlah kondisi medis baru muncul atau memburuk seiring intensitas pelatihan yang tinggi.

Ketut menambahkan, tim medis di setiap satuan sudah dilengkapi paramedis standar kemiliteran, namun untuk kasus yang memerlukan penanganan lanjut, para peserta segera dievakuasi ke rumah sakit rujukan milik TNI maupun sipil. “Prosedur kedaruratan berjalan dengan baik. Tidak ada satu pun peserta yang tidak mendapatkan pertolongan pertama dalam waktu cepat,” tegasnya.

“Kelima peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi medis yang berbeda-beda. Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, baik di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan.” – Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, Kepala BPSDM Kemhan

Program SPPI dalam Sorotan Publik

Program SPPI yang merupakan bagian dari Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih semula digadang-gadang sebagai terobosan pemberdayaan sarjana di desa. Namun, insiden meninggalnya lima peserta dalam kurun waktu terakhir memicu pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk keluarga dan lembaga swadaya masyarakat, tentang standar kesehatan dan keselamatan selama pelatihan. Beberapa keluarga bahkan mempertanyakan transparansi informasi sebelum akhirnya Kemhan menggelar konferensi pers.

Menanggapi hal ini, Kemhan mengklaim telah berkoordinasi dengan keluarga masing-masing peserta dan memberikan santunan serta pendampingan psikologis. Pihak Kemhan juga berjanji akan mengevaluasi protokol kesehatan dan menambah tenaga medis di setiap lokasi pelatihan agar risiko serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan atau pihak terkait lain tentang investigasi lanjutan. Laporan lengkap tentang kronologi medis kelima peserta tersebut dijanjikan akan diserahkan kepada publik dalam pekan depan oleh tim audit internal Kemhan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User