Kemensos Dukung Penuh Pengembangan Ekonomi Tunanetra Lewat Kemitraan dengan Pertuni
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong kemandirian ekonomi bagi para penyandang disabilitas netra. Langkah strategis ini dilakukan dengan menggande
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong kemandirian ekonomi bagi para penyandang disabilitas netra. Langkah strategis ini dilakukan dengan menggandeng Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) sebagai mitra utama dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Selasa (1/7/2026), dukungan tersebut dirancang secara menyeluruh. Tidak hanya berupa bantuan fisik semata, program ini juga mencakup peningkatan kapasitas melalui pelatihan keterampilan, pengembangan akses usaha, hingga perluasan jaringan pasar bagi produk-produk yang dihasilkan oleh komunitas tunanetra.
Optimalisasi Aset Gedung sebagai Pusat Aktivitas
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyoroti potensi besar yang dimiliki oleh Pertuni dalam bentuk aset fisik. Ia menilai langkah selanjutnya yang paling krusial adalah melengkapi sarana dan prasarana penunjang agar gedung tersebut dapat berfungsi maksimal sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pelatihan.
"Ini (Pertuni) punya gedung, gedungnya sudah siap. Tinggal dibantu fasilitasnya itu," ungkap Gus Ipul dalam keterangan resminya.
Kami ingin gedung ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi sentra produksi dan inovasi yang mampu menggerakkan roda perekonomian para anggota Pertuni. Kita akan isi dengan berbagai alat bantu kerja dan teknologi adaptif agar mereka bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Mensos saat menerima audiensi Ketua Umum Pertuni, Setiawan Gema Budi, di Kafe Selalu Ada Kopi. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas peta jalan kolaborasi untuk mengubah paradigma pemberdayaan dari yang semula berbasis bantuan sosial menjadi sebuah kemandirian ekonomi berbasis kewirausahaan sosial.
Mencetak Wirausahawan Disabilitas Mandiri
Program pemberdayaan ini diarahkan untuk menciptakan wirausahawan tangguh dari kalangan disabilitas netra. Dengan fasilitas yang memadai, para penyandang tunanetra diharapkan mampu memproduksi barang dan jasa yang memiliki nilai jual kompetitif, baik di pasar lokal maupun nasional. Dukungan akses modal dan pemasaran digital juga menjadi bagian integral dari rencana aksi Kementerian Sosial bersama Pertuni ke depan.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam bentuk perlindungan sosial, tetapi juga serius membuka ruang partisipasi ekonomi yang setara bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali. Media kami akan terus memantau perkembangan implementasi program bersejarah bagi penguatan ekonomi disabilitas ini.
Comments (0)