Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Israel Ngotot Ogah Tarik Pasukan dari Lebanon, Suriah, dan Gaza

Beritaseputar.com – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap bersiaga di zona keamanan yang mereka dirikan di Lebanon, Suriah, dan Gaza. Keputusan ini berl

Jul 06, 2026 - 13:15
0 0
Israel Ngotot Ogah Tarik Pasukan dari Lebanon, Suriah, dan Gaza

Beritaseputar.com – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap bersiaga di zona keamanan yang mereka dirikan di Lebanon, Suriah, dan Gaza. Keputusan ini berlaku hingga waktu yang belum ditentukan, menandakan kebijakan tanpa batas waktu yang diambil pemerintah Tel Aviv di tengah situasi keamanan yang masih memanas.

Penegasan di Tengah Upacara Kenangan

Dalam sebuah acara untuk mengenang tentara Israel yang gugur dalam perang Lebanon 2006, Katz menyampaikan bahwa kehadiran militer Israel di tiga wilayah tersebut tidak bisa ditawar. Ia menekankan bahwa langkah itu semata-mata untuk menjamin keselamatan warga dan permukiman-permukiman Israel.

"IDF akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza sampai pemberitahuan lebih lanjut, untuk melindungi penduduk dan komunitas Israel dari teroris jihadis," ujar Katz, berdasarkan keterangan yang dihimpun media kami dari kementerian pertahanan, Rabu (1/7/2026).

Katz bahkan bersikap lebih keras dengan menambahkan, "Kami tidak akan mundur dari zona keamanan." Pernyataan yang disampaikan di depan para keluarga prajurit itu menegaskan bahwa Israel tidak memberi celah bagi kemungkinan penarikan pasukan dalam waktu dekat.

Area Kontroversial: Lebanon, Suriah, dan Gaza

Keberadaan zona keamanan Israel di tiga titik tersebut memang penuh dengan sengketa. Di Lebanon selatan, pasukan Israel kerap melakukan operasi terbatas dengan dalih mencegah ancaman dari Hizbullah. Sementara di front Suriah, Dataran Tinggi Golan dan beberapa pos di zona penyangga tetap dikuasai militer Israel meski mendapat kritik dari PBB. Adapun di Gaza, zona penyangga diperluas di sepanjang garis perbatasan untuk mengantisipasi potensi infiltrasi bersenjata.

Pemerintahan di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melalui pernyataan Menhan kali ini semakin menunjukkan bahwa mereka tidak akan tunduk pada desakan komunitas internasional untuk menarik pasukan dari wilayah-wilayah tersebut. Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Lebanon, Suriah, ataupun Otoritas Palestina terkait pernyataan terbaru tersebut.

Dengan kebijakan tanpa batas waktu ini, Israel tampak makin mengedepankan doktrin "keamanan melalui pendudukan" yang diyakini mampu meredam ancaman langsung dari kelompok-kelompok milisi. Namun, langkah ini juga memperbesar risiko eskalasi konflik di perbatasan, terutama bila ketiga front mengalami peningkatan ketegangan secara bersamaan. Ketidakpastian kawasan Timur Tengah pun diperkirakan akan terus berlanjut selama strategi itu dipertahankan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Ekonomi. Reporter isu ekonomi yang memengaruhi gaya hidup.

Comments (0)

User