Kelapa Parut Gorontalo Tembus Pasar Jerman
Gorontalo menorehkan pencapaian penting dalam perdagangan internasional setelah produk kelapa parut (desiccated coconut) asal daerah itu berhasil menembus pasar Uni Eropa yang dikenal ketat. Sebanyak
Gorontalo menorehkan pencapaian penting dalam perdagangan internasional setelah produk kelapa parut (desiccated coconut) asal daerah itu berhasil menembus pasar Uni Eropa yang dikenal ketat. Sebanyak 26 ton kelapa parut dengan nilai mencapai Rp 1,2 miliar dilepas menuju Jerman, menandai momentum baru bagi ekspor komoditas olahan dari wilayah tersebut.
Pelepasan ekspor dilaksanakan di Satuan Pelayanan Bandara Djalaluddin, Karantina Gorontalo, dan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding. Dalam sambutannya, Karding menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti konkret keberhasilan transformasi ekonomi daerah.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bukti nyata bahwa Gorontalo siap menembus pasar dunia sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi daerah
Menurutnya, keberhasilan mengirimkan produk olahan kelapa ke Jerman menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar mengekspor bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Langkah ini diyakini mampu mendongkrak daya saing daerah dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Gorontalo.
Pasar Uni Eropa selama ini dikenal memberlakukan standar ketat terhadap produk pangan impor, termasuk persyaratan keamanan pangan, ketelusuran, dan keberlanjutan. Mampu menembus pasar tersebut menjadi validasi bahwa kualitas kelapa parut Gorontalo telah memenuhi standar internasional yang tinggi. Keberhasilan ini juga membuka peluang bagi perluasan ekspor ke negara-negara Eropa lain di masa mendatang.
Produk desiccated coconut sendiri merupakan kelapa yang telah dikeringkan dan diparut, banyak digunakan sebagai bahan baku industri makanan, kue, dan cokelat di Eropa. Permintaan terhadap produk ini terus meningkat sehingga potensi pasar yang besar masih terbuka lebar bagi Indonesia.
Abdul Kadir Karding menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan instansi karantina menjadi kunci sukses dalam mewujudkan ekspor ini. Ia berharap capaian ini dapat memicu semangat para pelaku usaha lain di Gorontalo untuk melakukan hilirisasi produk dan menjangkau pasar global yang lebih luas.
Pelepasan ekspor ini turut disaksikan oleh para pemangku kepentingan setempat yang menyambut antusias langkah maju tersebut. Dengan terpenuhinya standar ekspor yang ketat, produk kelapa parut Gorontalo kini resmi menjadi salah satu komoditas unggulan yang membawa nama Indonesia di kancah perdagangan internasional.
Comments (0)