Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Tangerang Tetapkan Status Darurat

Petugas pemadam kebakaran bersama tim gabungan masih bergelut dengan api yang terus menjalar di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Hingga hari ketiga pas

Jul 07, 2026 - 23:17
0 0
Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Tangerang Tetapkan Status Darurat

Petugas pemadam kebakaran bersama tim gabungan masih bergelut dengan api yang terus menjalar di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Hingga hari ketiga pascakebakaran, upaya pendinginan yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan TNI-Polri belum membuahkan hasil maksimal. Kondisi ini memaksa Pemerintah Kabupaten Tangerang meningkatkan status tanggap bencana dari siaga menjadi darurat penuh.

Alasan Ditetapkannya Status Darurat

Keputusan untuk menetapkan status darurat diambil setelah Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, memimpin rapat evaluasi internal di posko penanggulangan. Ia menegaskan bahwa eskalasi status ini tidak lepas dari dua ancaman utama, yakni risiko meluasnya kobaran api ke area-area baru di dalam tapak TPA serta dampak asap tebal yang mengganggu kesehatan ribuan warga di sekitarnya.

"Kita tetapkan bahwa ini sudah masuk kategori darurat. Karena ini menyangkut masalah kesehatan masyarakat, menyangkut juga risiko daripada api yang terus menjalar, begitu kita tetapkan," ujar Bupati Rasyid, Rabu (1/7/2026), melalui keterangan resmi yang diterima media kami.

Kronologi dan Hambatan di Lapangan

Api pertama kali terpantau pada Selasa (30/6) pagi dan dengan cepat membesar lantaran tumpukan sampah yang kering serta embusan angin musiman. Karakteristik TPA Jatiwaringin dengan ketinggian timbunan sampah yang mencapai belasan meter menjadikan proses pendinginan sangat sulit. Titik api sering kali berada di lapisan dalam timbunan, sehingga air yang disemprotkan hanya menjangkau permukaan.

Setidaknya enam unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit ekskavator diterjunkan untuk menyekat area yang belum terbakar. Alat berat digunakan untuk membongkar gundukan sampah agar petugas bisa menyuntikkan air ke bawah permukaan. Meski demikian, gas metana yang terperangkap di dalam timbunan sampah organik membuat api kerap menyala kembali segera setelah penyemprotan dihentikan.

Dampak Asap dan Upaya Perlindungan Warga

Asap hitam pekat terus mengepul dari kawasan TPA Jatiwaringin, terbawa angin ke sejumlah permukiman di Kecamatan Sukadiri dan Kecamatan Rajeg. Berdasarkan laporan sementara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, lima puskesmas di sekitar lokasi mulai menerima laporan keluhan warga berupa sesak napas, iritasi mata, dan batuk kering, terutama pada kelompok lansia dan anak-anak.

Untuk mengurangi paparan, pemerintah daerah melalui BPBD mulai mendistribusikan 2.000 masker N95 gratis ke masyarakat di dua kecamatan terdampak. Tenda posko kesehatan darurat juga didirikan di Balai Desa Sukadiri guna memberikan layanan oksigen gratis bagi warga yang mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengambil sampel kualitas udara secara berkala dan hasil awal menunjukkan konsentrasi partikulat PM 2,5 telah melampaui ambang batas aman pada radius 1,5 kilometer dari pusat kebakaran.

Koordinasi Lanjutan dan Rencana Pemadaman

Dalam rapat penanggulangan yang digelar bersama BPBD dan DLHK, diputuskan penambahan armada dari wilayah tetangga, yaitu dua unit mobil water canon milik Polres Tangerang Kota dan satu helikopter patroli yang akan memantau sebaran titik api lewat udara. Pemerintah juga membuka opsi untuk menerjunkan tim pemadaman khusus TPA dari Kementerian Lingkungan Hidup apabila situasi tidak terkendali dalam 2x24 jam ke depan.

Bupati Rasyid mengimbau warga yang tinggal di dekat bantaran sungai untuk tidak menggunakan air sungai yang berpotensi tercampur air lindi dari lokasi kebakaran. Ia memastikan status darurat akan terus dievaluasi setiap hari hingga seluruh titik api benar-benar padam dan kualitas udara kembali normal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User