Kebakaran di Bogor: Ruko Pakan Ternak Ludes Akibat Kompor Ditinggal Menyala
Bogor – Sebuah bangunan ruko yang berfungsi sebagai kios pakan burung dan ayam di Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ludes dilalap si jago merah pada Selasa siang (7/7
Bogor – Sebuah bangunan ruko yang berfungsi sebagai kios pakan burung dan ayam di Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ludes dilalap si jago merah pada Selasa siang (7/7/2026). Insiden nahas ini bermula dari kelalaian pemilik yang lupa mematikan kompor gas saat sedang memasak air.
Peristiwa yang menghanguskan seluruh isi ruko tersebut terjadi sekitar pukul 13.57 WIB. Berdasarkan laporan yang dirangkum Beritaseputar.com, sebelum api berkobar, pemilik ruko tengah melakukan aktivitas memasak air menggunakan tungku gas di area belakang atau dapur bangunan. Karena ada keperluan lain, sang pemilik meninggalkan kompor dalam keadaan menyala dan beranjak menuju bagian depan ruko.
"Objek terbakar kios pakan burung dan ayam, sumber api atau penyebab kebakaran karena kompor gas sedang masak air ditinggal," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, saat dikonfirmasi Beritaseputar.com.
Api diduga dengan cepat membesar dan merambat ke material-material mudah terbakar yang berada di dalam ruko, termasuk stok pakan ternak kering dan peralatan berbahan kayu. Minimnya pengawasan saat api awal muncul membuat kobaran dengan leluasa melahap seluruh konstruksi bangunan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Menerima laporan adanya kebakaran, jajaran Dinas Damkar Kabupaten Bogor segera menerjunkan unit pemadam ke lokasi kejadian. Proses pemadaman sempat mengalami tantangan mengingat material bangunan yang didominasi kayu membuat api begitu cepat menyebar. Meski demikian, tim pemadam berhasil mengendalikan situasi dan memastikan titik api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lingkungan padat penduduk Desa Lulut.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini karena pemilik berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada penghuni lain yang berada di lantai atas ruko. Meski begitu, kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, mengingat seluruh stok dagangan pakan ternak serta perabotan toko hangus tak tersisa.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh warga agar lebih waspada dan tidak meninggalkan aktivitas memasak tanpa pengawasan, terutama yang menggunakan api terbuka atau kompor gas. Kelalaian sekecil apa pun, seperti meninggalkan air yang sedang dimasak, berpotensi memicu kebakaran besar yang tidak hanya merugikan harta benda, tetapi juga membahayakan keselamatan jiwa penghuni dan masyarakat sekitar.
Comments (0)