Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Kapal Tanker LNG Mulai Bergeser ke Selat Hormuz Pasca Kesepakatan Damai AS-Iran

Jakarta - Sebuah kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) yang terperangkap di kawasan Teluk Persia lebih dari tiga bulan akhirnya menunjukkan pergerakan signifikan menuju Selat Hormuz. Pergerakan

Jul 08, 2026 - 06:24
0 0
Kapal Tanker LNG Mulai Bergeser ke Selat Hormuz Pasca Kesepakatan Damai AS-Iran

Jakarta - Sebuah kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) yang terperangkap di kawasan Teluk Persia lebih dari tiga bulan akhirnya menunjukkan pergerakan signifikan menuju Selat Hormuz. Pergerakan ini mencuat segera setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kata sepakat untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Berdasarkan pantauan data pelacakan kapal yang dirangkum media kami, kapal tanker bernama Disha itu kini mulai meninggalkan area utara Uni Emirat Arab dan mendekati perairan Oman. Kapal ini diketahui beroperasi di bawah skema kontrak jangka panjang dengan perusahaan impor milik pemerintah India.

Kapal tersebut mengangkut muatan LNG yang diambil dari fasilitas Ras Laffan di Qatar sekitar awal Maret, namun sejak itu tertahan dan tidak bisa keluar dari Teluk Persia akibat blokade jalur pelayaran.

Sejak 1 Maret, Disha bersama sejumlah kapal lainnya terpaksa menunda perjalanan lantaran ketegangan di kawasan yang menyebabkan ditutupnya akses masuk-keluar Selat Hormuz. Berlangsung lebih dari seratus hari, penantian panjang itu kini menemui titik terang. Kesepakatan damai antara Washington dan Teheran membuka peluang bagi normalisasi lalu lintas kapal di jalur vital pengiriman energi dunia tersebut.

Laporan kami memperoleh informasi bahwa posisi terakhir Disha menunjukkan haluan yang jelas menuju selat, sebuah pertanda bahwa skema evakuasi atau pelayaran komersial reguler mulai bisa diterapkan kembali. Pergerakan ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi pasar energi global yang sebelumnya diliputi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan LNG dan minyak dari Timur Tengah.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur sempit namun krusial yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia. Hampir seperlima dari total perdagangan minyak mentah dan produk turunannya melintasi selat ini setiap hari. Blokade yang berlangsung berbulan-bulan tak pelak memicu gejolak harga dan kekhawatiran ketahanan energi di sejumlah negara, termasuk India yang menggantungkan sebagian besar impor LNG-nya pada rute tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak operator kapal maupun otoritas pelabuhan terkait detail pembebasan jalur dan jadwal keberangkatan kapal-kapal yang sebelumnya terhambat. Namun langkah awal yang ditunjukkan oleh Disha ini sudah cukup untuk membangkitkan optimisme bahwa detente antara AS dan Iran mampu memulihkan kembali fungsi Selat Hormuz sebagai urat nadi perdagangan energi maritim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Komunitas. Reporter cerita komunitas dan tren lokal.

Comments (0)

User