Jakarta — Ma’ruf Cahyono Diperiksa KPK dalam Pusaran Dugaan Gratifikasi Proyek
Langkah gontai Ma’ruf Cahyono menyusuri koridor Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/6/2026) sore, seolah merekam beban yang tak lagi bisa ia sembuny
Langkah gontai Ma’ruf Cahyono menyusuri koridor Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/6/2026) sore, seolah merekam beban yang tak lagi bisa ia sembunyikan. Mantan pejabat tinggi di sebuah dinas pemerintahan daerah itu baru saja rampung menjalani pemeriksaan intensif selama hampir sembilan jam. Wajahnya pucat, sorot matanya kosong, tangan kanannya sesekali meremas ujung kemeja batik cokelat yang mulai kusut. Di ruang pemeriksaan, ia dicecar puluhan pertanyaan seputar aliran uang haram yang diduga mengalir dalam proyek pengadaan barang dan jasa senilai puluhan miliar rupiah.
“Ini bukan sekadar soal angka. Di balik setiap proyek yang dikorupsi, ada sekolah yang gagal dibangun, ada puskesmas yang tak kunjung punya obat, ada jalan rusak yang terus memakan korban. Kerugiannya menjalar ke mana-mana, menyentuh rakyat paling bawah,” ujar Santi Nurmala, seorang aktivis antikorupsi yang sejak pagi memantau proses pemeriksaan di pelataran KPK. Suaranya bergetar, memantulkan kemarahan sekaligus kepedihan yang telah lama menjadi santapan sehari-hari masyarakat.
Kronologi Pemeriksaan
- Pagi, pukul 09.30 WIB: Ma’ruf Cahyono tiba di lobi Gedung Merah Putih KPK dengan pengawalan ketat. Ia mengenakan masker, namun gesturnya tenang. Tim penyidik langsung membawanya ke lantai 2 untuk pemeriksaan perdana.
- Siang, pukul 13.00 WIB: Pemeriksaan diskors satu jam. Ma’ruf terlihat menolak makan siang yang disediakan. Menurut sumber internal, pada sesi ini ia mulai menunjukkan kegelisahan saat dikonfrontasi dengan bukti transfer mencurigakan.
- Sore, pukul 16.45 WIB: Penyidik menunjukkan dokumen kontrak lima proyek pengadaan alat kesehatan tahun anggaran 2024–2025. Dalam dokumen itu, markup harga disebut mencapai 40 persen.
- Petang, pukul 18.20 WIB: Ma’ruf Cahyono keluar ruang pemeriksaan dengan langkah terseok. Ia hanya menjawab singkat pertanyaan wartawan: “Saya ikuti prosesnya,” sebelum masker kembali terpasang dan tubuhnya ditelan mobil tahanan.
Comments (0)