JAKARTA — Andria (45), seorang penyintas kanker payudara, baru saja menjalani pemeriksaan
Perjalanan Andria: Dari Diagnosis hingga Evaluasi Pascaterapi Andria pertama kali didiagnosis kanker payudara stadium II pada awal 2024. Setelah menjalani
Perjalanan Andria: Dari Diagnosis hingga Evaluasi Pascaterapi
Andria pertama kali didiagnosis kanker payudara stadium II pada awal 2024. Setelah menjalani operasi pengangkatan tumor dan serangkaian kemoterapi selama enam bulan, dokter menganjurkan pemeriksaan PET-CT Scan untuk mengevaluasi efektivitas terapi yang telah dijalaninya. “Saya awalnya khawatir, karena ini pemeriksaan dengan teknologi tinggi dan biasanya mahal. Tapi setelah dijelaskan dokter, saya paham ini penting untuk melihat apakah sel kanker benar-benar sudah hilang,” ujar Andria saat ditemui usai pemeriksaan, Minggu (6/7).
PET-CT Scan bekerja dengan cara menggabungkan dua teknologi pencitraan sekaligus: PET yang mendeteksi aktivitas metabolik sel, dan CT yang memberikan gambaran anatomi tubuh secara detail. Zat radioaktif yang disuntikkan ke tubuh pasien akan berkumpul di area dengan aktivitas metabolisme tinggi—salah satu ciri khas sel kanker. Hasilnya, dokter dapat melihat adanya sel ganas yang mungkin tidak terdeteksi oleh CT scan atau MRI biasa.
“Pemeriksaan ini memberi ketenangan. Saya jadi tahu kondisi saya sebenarnya. Alhamdulillah hasilnya tidak ada penyebaran,” kata Andria.
Mengapa PET-CT Scan Penting bagi Pasien Kanker Payudara
Dokter spesialis onkologi radiasi Mayapada Hospital, dr. Rina Mariani, Sp.Onk.Rad, menjelaskan bahwa PET-CT Scan memiliki peran vital dalam manajemen kanker payudara modern. “PET-CT tidak hanya untuk diagnosis awal, tapi sangat krusial untuk evaluasi pascaterapi, mendeteksi residu tumor, atau mengetahui apakah ada metastasis ke kelenjar getah bening, tulang, paru-paru, atau otak,” jelasnya.
Menurut dr. Rina, keunggulan utama PET-CT adalah sensitivitasnya yang tinggi dalam mendeteksi sel kanker yang masih aktif, bahkan dalam ukuran sangat kecil. Hal ini membantu tim medis menentukan langkah lanjutan secara lebih tepat—apakah pasien perlu terapi tambahan, atau sudah bisa memasuki fase pemantauan rutin.
Data dari American Cancer Society menyebutkan bahwa penggunaan PET-CT Scan pada pasien kanker payudara stadium lanjut mampu meningkatkan akurasi penentuan stadium hingga 30% dibandingkan metode konvensional. Di Indonesia, kebutuhan akan pemeriksaan ini terus meningkat seiring bertambahnya kasus kanker payudara yang menurut Globocan 2024 mencapai lebih dari 68.000 kasus baru per tahun.
Mayapada Hospital Perluas Akses Teknologi Diagnostik
Kehadiran layanan PET-CT Scan di Mayapada Hospital menandai langkah signifikan dalam memperkuat infrastruktur diagnostik kanker di Indonesia. Sebelumnya, pasien seringkali harus mengantre lama atau bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan pemeriksaan ini. Kini, Mayapada Hospital menyediakan layanan tersebut dengan standar internasional dan didukung tim multidisiplin.
Keunggulan layanan PET-CT Scan di Mayapada Hospital meliputi:
- Alat PET-CT digital generasi terbaru yang menghasilkan gambar resolusi tinggi
- Protokol pemeriksaan yang disesuaikan dengan jenis kanker dan kebutuhan klinis
- Integrasi hasil pencitraan dengan sistem rekam medis elektronik
- Tim dokter spesialis radiologi nuklir dan onkologi yang berpengalaman
- Waktu tunggu hasil yang relatif cepat, yaitu 24–48 jam
Hingga pertengahan 2026, Mayapada Hospital telah melayani lebih dari 500 pasien untuk PET-CT Scan, dengan indikasi terbanyak adalah kanker payudara, kanker paru-paru, dan limfoma. Tingginya pemanfaatan ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya evaluasi onkologi yang akurat semakin meningkat.
“Kami berkomitmen menghadirkan teknologi diagnostik terkini agar pasien Indonesia tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri. PET-CT Scan adalah salah satu investasi penting kami di bidang onkologi,” ujar Direktur Medik Mayapada Hospital, dr. Dewi Anggraini, MARS.
Bagi Andria, keberadaan layanan ini sangat membantu. “Tidak perlu ke Singapura, di sini pun sudah lengkap. Saya berharap makin banyak rumah sakit menyediakan fasilitas ini agar pasien kanker seperti saya bisa lebih cepat mendapatkan kepastian,” tutupnya.
{ "faq": [ { "q": "Apa perbedaan PET-CT Scan dengan CT Scan biasa?", "a": "CT Scan hanya memberikan gambaran struktur anatomi tubuh, sedangkan PET-CT Scan menggabungkan informasi metabolik dari PET dan struktur dari CT, sehingga bisa mendeteksi sel kanker yang aktif secara lebih sensitif." }, { "q": "Apakah PET-CT Scan aman dan berapa lama prosedurnya?", "a": "PET-CT Scan relatif aman dengan paparan radiasi yang terkontrol. Prosedur berlangsung sekitar 2–3 jam, termasuk waktu tunggu setelah penyuntikan zat radioaktif. Pasien tidak memerlukan rawat inap." }, { "q": "Siapa saja yang membutuhkan pemeriksaan PET-CT Scan?", "a": "PET-CT Scan direkomendasikan untuk pasien kanker yang sudah didiagnosis untuk penentuan stadium, evaluasi respons terapi, deteksi kekambuhan, atau kecurigaan metastasis. Pemeriksaan dilakukan atas indikasi medis dokter." } ] }TAGS: PET-CT Scan, kanker payudara, Mayapada Hospital, onkologi, diagnosis kanker, teknologi medis, Andria
[SOCIAL_TWEET]: Andria, penyintas kanker payudara, kini lega setelah jalani PET-CT Scan di Mayapada Hospital. Layanan diagnostik canggih ini kini tersedia di Tanah Air. Apa manfaatnya? Baca kisahnya di sini. #KankerPayudara #PETCTScan #MayapadaHospital
[SOCIAL_FB]: Kanker payudara masih menjadi ancaman serius bagi perempuan Indonesia. Evaluasi pascaterapi yang akurat jadi kunci pemulihan. Andria, penyintas kanker payudara, berbagi kisahnya usai menjalani PET-CT Scan di Mayapada Hospital. Teknologi ini kini bisa diakses tanpa harus ke luar negeri. Simak penjelasan dokter dan keunggulan layanan diagnostic modern ini.
[SOCIAL_TG]: PET-CT Scan: Mengapa Pemeriksaan Ini Penting untuk Pasien Kanker Payudara? Andria, pasien yang baru saja menjalaninya, berbagi pengalaman. Layanan ini kini tersedia di Mayapada Hospital. Simak info lengkapnya.
[SOCIAL_THREADS]: Pasca operasi dan kemo, apa langkah selanjutnya? Bagi Andria, jawabannya adalah PET-CT Scan. Pemeriksaan yang menggabungkan teknologi PET dan CT ini membantu memastikan sel kanker benar-benar hilang. Mayapada Hospital kini menyediakan layanan ini, memudahkan akses bagi pasien di Indonesia. Sebuah angin segar di dunia onkologi. #Kesehatan #KankerPayudara #TeknologiMedis
Comments (0)