Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jakarta - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah pernyataannya dalam sebuah podcast memicu perbincangan luas. Dalam kesempatan itu, ia secara spontan menyebut akan "berhubungan intim" dengan ikon pop Kylie Minogue saat bermain permainan ringan bertajuk "shag, marry, date".

Insiden ini terjadi dalam episode terbaru podcast Bush Deep . Dipandu oleh Nikki Osborne, PM Albanese diminta untuk memilih tiga figur publik yang akan ia ajak berhubungan intim, dinikahi, atau diaj

Jul 08, 2026 - 04:28
0 0
Jakarta  - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah pernyataannya dalam sebuah podcast memicu perbincangan luas. Dalam kesempatan itu, ia secara spontan menyebut akan "berhubungan intim" dengan ikon pop Kylie Minogue saat bermain permainan ringan bertajuk "shag, marry, date".

Insiden ini terjadi dalam episode terbaru podcast Bush Deep. Dipandu oleh Nikki Osborne, PM Albanese diminta untuk memilih tiga figur publik yang akan ia ajak berhubungan intim, dinikahi, atau diajak berkencan. Tanpa ragu, Albanese menyebut nama Kylie Minogue untuk kategori "shag"—sebuah istilah bahasa gaul yang berarti berhubungan intim.

Menurut laporan yang kami himpun, pernyataan tersebut langsung mendapat sorotan karena dianggap kurang pantas keluar dari mulut seorang kepala pemerintahan. Meskipun permainan itu sendiri memang bersifat jenaka dan kerap dimainkan di kalangan selebriti, melibatkan figur publik sekelas PM Australia dinilai mengejutkan oleh sejumlah pihak.

Permintaan Maaf Tanpa Syarat

Tak butuh waktu lama bagi Albanese untuk merespons kritik yang muncul. Berdasarkan informasi yang diterima Beritaseputar.com, sang perdana menteri "tanpa ragu" menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya tersebut.

“Saya memahami mengapa pernyataan ini menimbulkan reaksi. Ini adalah momen yang tidak seharusnya terjadi dan saya menyesalinya,” ujar Albanese seperti dikutip dari sumber resmi, Kamis (10/4/2025).

Ia menambahkan bahwa podcast tersebut direkam dalam suasana santai dan candid, namun ia mengakui bahwa sebagai pemimpin negara, seharusnya ia lebih berhati-hati dalam memilih kata. Permintaan maaf ini disampaikan saat ia menghadiri acara publik di Sydney, di hadapan awak media yang menanyakan secara langsung insiden tersebut.

Konteks Budaya dan Dinamika Politik

Permainan "shag, marry, date" sendiri bukanlah hal baru dalam budaya pop global. Biasanya, game ini dimainkan oleh para pesohor hiburan untuk mencairkan suasana. Namun, penerapannya terhadap seorang perdana menteri yang sedang menjabat menimbulkan perdebatan tentang batas antara hiburan dan kenegarawanan.

Di sisi lain, Kylie Minogue adalah nama besar yang sangat dihormati di Australia. Sebagai artis internasional, menyebut namanya dalam konteks seksual meskipun bercanda, dinilai riskan karena bisa dianggap merendahkan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Minogue belum memberikan tanggapan resmi.

Analis politik yang dihubungi media kami menilai bahwa meskipun insiden ini tidak akan mengguncang koalisi pemerintahan Albanese secara fundamental, ini menjadi catatan buruk bagi citranya sebagai pemimpin yang dikenal ramah dan merakyat. Sejumlah warganet di platform X dan Instagram juga terpantau ramai membahas permintaan maaf tersebut, dengan nada yang beragam—sebagian menganggap lucu dan berlebihan, sebagian lain menilai perlu.

Momen ini sekaligus mengingatkan bahwa di era digital, setiap ucapan figur publik dalam format apa pun—termasuk podcast santai—dapat dengan cepat menjadi konsumsi nasional dan memicu respons luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User