Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tergelincir pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin (22/6/202
Rincian Data Perdagangan Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritaseputar.com, IHSG tercatat melemah 1,25% dan bertengger di level 6.099,92 saat sesi pertama berakhir. Penurunan ini terjadi meskipun
Rincian Data Perdagangan
Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritaseputar.com, IHSG tercatat melemah 1,25% dan bertengger di level 6.099,92 saat sesi pertama berakhir. Penurunan ini terjadi meskipun indeks sempat menguat pada pembukaan, menunjukkan bahwa aksi ambil untung dan kekhawatiran investor langsung mendominasi setelah menit-menit awal. Volume perdagangan sepanjang sesi mencapai 13,42 miliar saham, dengan nilai transaksi menyentuh Rp7,62 triliun. Adapun frekuensi perdagangan tercatat sangat tinggi, yakni sebanyak 1.105.744 kali transaksi, menandakan tingginya aktivitas namun didominasi oleh pelepasan saham.
Sentimen Pasar dan Sektor Tertekan
Pelemahan IHSG pada sesi pertama ini tidak lepas dari kombinasi sentimen negatif, baik dari dalam negeri maupun global. Aksi jual oleh investor asing menjadi salah satu pemicu utama, diperparah oleh kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dunia yang kembali mencuat. Data ekonomi global yang kurang memuaskan serta proyeksi kenaikan suku bunga acuan di beberapa negara maju turut menekan indeks. Sektor-sektor andalan seperti perbankan, pertambangan, dan infrastruktur menjadi yang paling terpukul, menyeret indeks ke zona merah. Tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar ini membuat IHSG sulit bangkit meskipun beberapa saham lapis kedua dan ketiga sempat menunjukkan perlawanan.
"Level 6.000 menjadi support psikologis yang sangat penting. Jika tertembus dalam waktu dekat, potensi pelemahan lanjutan akan semakin terbuka lebar. Sesi kedua nanti akan menjadi ujian berat bagi indeks," ujar seorang analis pasar modal yang dihubungi Beritaseputar.com.
Harapan di Sesi Kedua
Para pelaku pasar kini menanti dengan waspada pembukaan sesi kedua. Harapan tertumpu pada investor domestik yang diharapkan melakukan aksi beli selektif untuk menahan laju penurunan. Sesi kedua yang akan dimulai pukul 14.00 WIB diperkirakan masih akan dipenuhi volatilitas tinggi, kecuali muncul katalis positif yang mampu membalikkan sentimen. IHSG harus berjuang keras mempertahankan level 6.000 karena jika tidak, pintu menuju koreksi lebih dalam benar-benar akan terbuka. Media kami akan terus memantau pergerakan indeks dan memberikan laporan terkini dari lantai bursa.
Comments (0)