Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Penyebab Bitcoin Lesu Usai Pengumuman Suku Bunga The Fed

Jakarta - Pasar aset kripto kembali bergerak melemah menyusul hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dipimpin langsung oleh Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh. Keputusan bank sentral A

Jul 08, 2026 - 06:17
0 0
Penyebab Bitcoin Lesu Usai Pengumuman Suku Bunga The Fed

Jakarta - Pasar aset kripto kembali bergerak melemah menyusul hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dipimpin langsung oleh Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh. Keputusan bank sentral Amerika Serikat itu untuk mempertahankan suku bunga acuan di rentang 3,50% hingga 3,75% ternyata tidak sepenuhnya disambut positif oleh pelaku pasar. Alih-alih memberikan kepastian, nada kebijakan yang cenderung lebih hawkish justru memicu penyesuaian ekspektasi investor terhadap potensi pelonggaran moneter ke depan.

Pelemahan bitcoin dan sejumlah aset kripto utama lainnya dinilai sebagai respons langsung terhadap perubahan sentimen makro tersebut. Pelaku pasar yang semula berharap adanya sinyal penurunan suku bunga dalam waktu dekat terpaksa mengkalibrasi ulang strategi investasi mereka setelah pernyataan The Fed yang mengindikasikan kehati-hatian lebih besar dalam menghadapi dinamika inflasi dan pertumbuhan ekonomi global.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menegaskan bahwa koreksi pascalaporan FOMC merupakan fenomena yang lazim terjadi di pasar keuangan global, termasuk di ekosistem aset digital. Menurutnya, volatilitas yang muncul tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan oleh para investor.

"Volatilitas seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi pasar aset kripto. Yang terpenting adalah investor memahami bahwa pergerakan harga jangka pendek seringkali dipengaruhi sentimen makro, sehingga keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada riset dan strategi yang matang," ujar Aloysia dalam keterangan tertulis yang diterima Beritaseputar.com, Minggu (21/6/2026).

Ia menambahkan, dinamika pasca FOMC semacam ini dapat menjadi momentum bagi investor untuk melakukan evaluasi portofolio secara lebih objektif. Dengan tetap berpegang pada fundamental aset dan tidak terpancing oleh gejolak jangka pendek, investor diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih terukur di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter global.

Pasar kripto sendiri dikenal sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan suku bunga The Fed. Lingkungan suku bunga tinggi umumnya mengurangi daya tarik aset berisiko seperti bitcoin, karena investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih aman. Sebaliknya, sinyal pelonggaran moneter sering kali mendorong aliran modal kembali ke aset-aset spekulatif, termasuk mata uang digital. Saat ini, dengan masih adanya ketidakpastian arah kebijakan The Fed, pasar diproyeksikan akan terus bergerak dalam rentang volatilitas yang cukup lebar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User