Bromance Achraf Hakimi dan Kylian Mbappe Usai Duel Semifinal Piala Dunia

Bukan rahasia lagi jika Achraf Hakimi dan Kylian Mbappe adalah dua sahabat karib yang tak terpisahkan, baik di dalam maupun luar lapangan. Keduanya sama-sa

Jul 12, 2026 - 03:16
0 0
Bromance Achraf Hakimi dan Kylian Mbappe Usai Duel Semifinal Piala Dunia

Bukan rahasia lagi jika Achraf Hakimi dan Kylian Mbappe adalah dua sahabat karib yang tak terpisahkan, baik di dalam maupun luar lapangan. Keduanya sama-sama membela klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, dan telah menjalin ikatan persaudaraan yang begitu erat. Namun, pada Kamis (15/12/2022) dini hari WIB, mereka harus saling berhadapan dalam laga paling krusial: semifinal Piala Dunia 2022 antara Prancis dan Maroko di Al Bayt Stadium. Apa yang terjadi setelah peluit akhir justru menunjukkan betapa manisnya persahabatan mereka.

Momen Mbappe memeluk Hakimi di tengah lapangan usai pertandingan langsung menyebar di seluruh dunia. Gambar itu menjadi simbol bahwa sepak bola tak hanya soal persaingan, tetapi juga kemanusiaan dan cinta.

Awal Ikatan: Dari Kolega menjadi Saudara

Hakimi bergabung dengan PSG pada musim panas 2021, hampir bersamaan dengan kedatangan Mbappe yang awalnya sempat dirumorkan hengkang ke Real Madrid. Chemistry di kamar ganti langsung terjalin dengan cepat. Kedua pemuda itu — Mbappe yang Prancis kelahiran Bondy dan Hakimi yang lahir di Madrid dari keluarga Maroko — sama-sama multikultural dan fasih dalam beberapa bahasa. Mereka kerap terlihat bersama saat latihan, sesi pemulihan, hingga liburan di luar musim. Bahkan, Hakimi pernah terbang ke New York hanya untuk menyaksikan Mbappe tampil dalam acara amal.

"Kylian seperti adik saya. Kami saling menjaga. Di luar lapangan, kami menghabiskan banyak waktu bersama. Saya tahu apa yang ia rasakan di lapangan," kata Hakimi dalam dokumenter PSG tahun lalu.

Malam di Al Bayt: Persaingan Berubah Jadi Pelukan

Di atas kertas, posisi mereka membuat keduanya harus head to head. Mbappe yang beroperasi sebagai penyerang kiri Prancis akan langsung berhadapan dengan Hakimi yang menjadi bek kanan Maroko. Maka, sepanjang 90 menit, terjadi duel sengit: kecepatan dan dribel Mbappe diuji oleh tackling dan kecepatan Hakimi. Statistik mencatat, Mbappe hanya mampu melakukan 2 dribel sukses dari 7 percobaan melawati Hakimi, dan bek asal Maroko itu memenangi 5 dari 7 duel darat saat berhadapan langsung. Namun, Prancis akhirnya menang 2-0, didukung gol Theo Hernandez dan mungkin dewi fortuna.

Setelah peluit panjang, suasana kontras terjadi: pemain Prancis merayakan tiket final, sementara para pemain Maroko tergeletak kecewa. Di tengah keriuhan, Mbappe sengaja meninggalkan selebrasi rekan-rekannya dan berjalan menuju Hakimi yang menangis. Ia memeluknya erat, membisikkan kata-kata penyemangat, dan bertukar jersey. Kamera menangkap momen emosional itu yang kemudian viral.

"Di momen itu, sepak bola berhenti. Yang ada hanyalah persahabatan dan rasa hormat," tulis salah satu penggemar di media sosial.

Reaksi Global: Ketika Viral Menjadi Viral

Tak butuh waktu lama, foto pelukan itu menjadi trending di Twitter, Instagram, dan TikTok. Tagar #AchrafMbappe dan #FriendshipGoals menggema di seluruh platform. Banyak pengamat menilai gestur tersebut mencerminkan nilai sejati olahraga.

"Inilah sisi indah Piala Dunia. Dua sahabat dari negara berbeda saling menghormati setelah bertarung habis-habisan. Ini pelajaran untuk kita semua," cuit mantan bintang timnas Prancis, Thierry Henry.

PSG pun turut meramaikan dengan mengunggah foto serupa di akun resmi mereka dengan caption: "Dua Setan Merah-Biru" — merujuk warna klub.

Momen tersebut juga mengingatkan pada bromance legendaris di sepak bola, seperti ikatan antara Lionel Messi dan Neymar, atau Paolo Maldini dan Alessandro Nesta. Namun, kisah Hakimi-Mbappe terasa lebih modern karena mewakili generasi muda yang merayakan keberagaman.

Makna Lebih Dalam: Persahabatan di Tengah Konflik

Yang membuat pelukan itu begitu menggetarkan adalah konteks Prancis-Maroko yang memiliki sejarah hubungan kolonial dan ketegangan di Eropa. Banyak warga Maghribi di Prancis merayakan kembarannya, dan Mbappe — yang ayahnya berasal dari Kamerun dan ibunya keturunan Aljazair — dianggap sebagai representasi Prancis multikultural. Dengan memeluk Hakimi di depan puluhan juta pasang mata, ia seakan menegaskan bahwa identitas tak semestinya menjadi tembok pemisah.

Kini, keduanya kembali bersatu di PSG dan terus menunjukkan keakraban mereka. Hakimi kerap datang ke acara keluarga Mbappe, dan Mbappe menjadi salah satu yang pertama memberi selamat saat Hakimi menikah. Persahabatan yang lahir dari sepak bola namun melampaui batas lapangan.

Malam di Al Bayt mengajarkan: kalah dan menang adalah takdir, namun cinta antar sahabat melampaui sekat negara.

[SOCIAL_TWEET]: Pelukan erat Mbappe untuk Hakimi di semifinal Piala Dunia jadi momen paling wholesome. Persahabatan di atas segalanya. 🥹❤️ #WorldCup2022 #Mbappe #Hakimi #BromanceGoals[SOCIAL_TG]: 📸 Mbappe memeluk Hakimi setelah semifinal Piala Dunia. Bromance PSG ini bikin netizen baper. Simak arti di balik momen viral ini!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User