Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Indonesia Ukir Prestasi di World Climbing Series Krakow, Desak Made Kembali Berjaya

Jul 06, 2026 - 03:37
0 0
Indonesia Ukir Prestasi di World Climbing Series Krakow, Desak Made Kembali Berjaya

Tim nasional panjat tebing Indonesia mengawali keikutsertaan di World Climbing Series Krakow 2026 dengan torehan membanggakan. Pada hari pertama kompetisi yang berlangsung di Krakow, Polandia, Sabtu (4/7/2026) waktu setempat, Merah Putih sukses mengoleksi tiga medali dari nomor speed perorangan dan speed relay campuran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Indonesia membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Hasil ini menjadi modal berharga bagi para atlet Tanah Air dalam menghadapi serangkaian kejuaraan internasional ke depannya, termasuk Asian Games yang sudah di depan mata.

Dominasi Desak Made di Sektor Putri

Medali emas dipersembahkan oleh atlet andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang tampil dominan di nomor speed perorangan putri. Desak Made menunjukkan performa impresif sejak babak 16 besar hingga berhasil menembus partai puncak.

Pada perebutan medali emas, Desak Made harus bersaing dengan tiga atlet tuan rumah sekaligus, yakni Natalia Kalucka, Emma Hunt, dan Aleksandra Miroslaw. Persaingan berlangsung dramatis setelah Aleksandra Miroslaw lebih dulu melakukan false start sehingga harus didiskualifikasi dari perlombaan.

Pada pemanjatan ulang, Desak Made membuktikan kelasnya sebagai yang tercepat dengan membukukan catatan waktu 6,54 detik. Ia sukses mengungguli Natalia Kalucka yang finis di posisi kedua dengan waktu 6,62 detik, sementara Emma Hunt harus puas di posisi ketiga dengan catatan waktu 11,37 detik. Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi Desak Made di Krakow setelah sebelumnya ia juga sukses menjadi juara pada seri IFSC World Cup Krakow 2025.

Sumbangan Medali dari Sektor Putra dan Relay Campuran

Di sektor putra, Indonesia juga berhasil menambah pundi-pundi medali melalui Raharjati Nursamsa yang menyumbangkan medali perunggu. Pada babak final, Raharjati membukukan waktu 4,79 detik. Ia finis di belakang Samuel Watson dari Amerika Serikat yang merebut emas dengan waktu sangat cepat, 4,60 detik, serta Yicheng Zhao dari China yang meraih perak dengan catatan waktu 4,69 detik.

Sementara itu, dari nomor speed relay campuran, Indonesia menurunkan dua pasangan. Tim Indonesia II yang diperkuat duet Antastafi Robby Al Hilmi dan Desak Made berhasil melaju mulus hingga babak final. Sayangnya, pada partai puncak mereka harus mengakui keunggulan pasangan Amerika Serikat. Samuel Watson dan Emma Hunt membawa Amerika Serikat meraih medali emas dengan catatan waktu 10,89 detik, sedangkan Indonesia harus puas membawa pulang medali perak setelah mencatatkan waktu 11,30 detik. Adapun Tim Indonesia I yang diperkuat Raharjati Nursamsa dan Rajiah Salsabillah gagal meraih medali setelah tersingkir lebih awal.

"Untuk Desak, selamat back to back di series Krakow. Juara di series khusus speed ini memang sudah seharusnya dan yang paling penting momen ini telah mengembalikan rasa percaya dirinya setelah selalu terhambat di beberapa series sebelumnya. Ini modal penting buat Desak menjelang Asian Games yang tinggal kurang dari dua bulan lagi. Semoga next series Chamonix (Prancis) kembali maksimal," ujar Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro.

Dengan hasil positif di Krakow ini, timnas panjat tebing Indonesia diharapkan dapat mempertahankan momentum positif pada seri World Climbing Series berikutnya di Chamonix, Prancis, sebelum akhirnya bertolak ke Asian Games 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User