Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

IHSG Ditutup Melemah, Saham BBRI dan TLKM Jadi Penopang Utama

Pasar saham domestik bergerak di zona merah pada penutupan perdagangan Rabu (17/6). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 0,55% dan bertengger di level 6.220,74. Koreksi ini terjadi di

Jul 08, 2026 - 00:47
0 0
IHSG Ditutup Melemah, Saham BBRI dan TLKM Jadi Penopang Utama

Pasar saham domestik bergerak di zona merah pada penutupan perdagangan Rabu (17/6). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 0,55% dan bertengger di level 6.220,74. Koreksi ini terjadi di tengah beragamnya pergerakan saham-saham unggulan yang mempengaruhi laju indeks komposit.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, beberapa saham berkapitalisasi besar tampil sebagai motor penggerak yang menahan pelemahan lebih dalam. Penguatan signifikan terpantau pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), dan raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Ketiganya menjadi penopang utama yang memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks.

Namun, langkah IHSG justru terbebani oleh aksi jual yang melanda sejumlah emiten energi dan industri dasar. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengalami tekanan yang cukup berarti. Begitu pula dengan saham induk usahanya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), serta saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang ikut terseret arus pelemahan. Faktor-faktor inilah yang menjadi ganjalan bagi indeks untuk kembali menguat.

Tekanan Jual Asing di Pasar Reguler

Dari sisi aliran dana investor, dinamika yang cukup menarik terpantau pada segmen pasar reguler. Pelaku pasar mencatat bahwa investor asing membukukan jual bersih (net sell) dengan total nilai mencapai Rp328,73 miliar. Kendati demikian, gambaran berbeda terlihat jika aktivitas perdagangan dihitung secara akumulasi di seluruh pasar modal.

Secara total keseluruhan pasar, data perdagangan menunjukkan bahwa investor asing justru masih menorehkan performa beli bersih (net buy) yang cukup impresif. Angka akumulasi pembelian asing tercatat menembus Rp2,51 triliun, menunjukkan bahwa minat terhadap aset-aset lokal sesungguhnya masih cukup kuat di luar transaksi reguler harian. Kondisi ini mencerminkan adanya diversifikasi strategi dan pemindahan posisi portofolio yang dilakukan oleh pemodal global di tengah fluktuasi indeks.

Dengan pergerakan yang bervariasi ini, pasar saham nasional masih terus menguji level-level psikologisnya. Para analis yang dihubungi media kami menilai bahwa pertarungan antara sentimen penguatan saham-saham perbankan dan telekomunikasi melawan tekanan di sektor energi akan menjadi penentu arah gerak IHSG dalam jangka pendek.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Fact Checker. Memverifikasi klaim gaya hidup dan tren.

Comments (0)

User